Cara Budidaya Mentimun secara Organik

Bagaimana cara budidaya mentimun secara organik? Mentimun (Cucumis sativus) adalah tanaman anggota keluarga labu-labuan (Cucurbitaceae) yang menghasilkan buah mentimun. Buah ini mengandung banyak air dan terasa segar, bisa dimakan dalam kondisi mentah maupun diolah menjadi masakan.

Potensi budidaya mentimun masih terbuka lebar mengingat permintaan akan buahnya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, warung makan, warung lesehan, dan restoran. Setali tiga uang, menanam tumbuhan mentimun tidak begitu sulit karena tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di berbagai kondisi iklim.

Langkah I : Tahap Pengolahan Lahan

Lahan yang akan dijadikan sebagai tempat penanaman benih mentimun perlu diolah terlebih dahulu supaya subur dan gembur. Tanah dicangkul dengan kedalaman 30-35 cm lalu taburkan pupuk kandang dan dolomit secukupnya. Kemudian lahan dibentuk menjadi bedengan-bedengan selebar 60 cm dan panjang 25-30 cm dengan jarak antar bedengan berkisar antara 100-120 cm.

Sebelum lahan tersebut ditutupi mulsa supaya kelembabannya terjaga, perlu dilakukan penyiraman terlebih dahulu. Lahan dibasahi memakai air, kemudian dilanjutkan dengan penyemprotan insektisida dan fungisida alami untuk membasmi segala macam pantogen yang terdapat di lahan. Penutupan mulsa hendaknya dikerjakan ketika matahari sedang bersir terik sehingga lebih mudah.

Biarkan lahan yang telah ditutupi dengan mulsa ini selama 2 minggu agar terjadi proses pengomposan secara alamiah. Hal ini berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah sehingga asupan benih tanaman menimun akan terpenuhi dengan baik. Selepas 2 minggu kemudian, buat lubang penanaman yang berpola memanjang dengan jarak kurang lebih 80 cm.

Langkah II : Tahap Penanaman Benih

Penanaman benih mentimun idealnya dilaksanakan pada waktu sore hari. Caranya yaitu benamkan benih berupa biji mentimun ini dengan posisi tegak, bagian runcingnya berada di bawah. Tanamkan benih tersebut sedalam 3 cm. Setiap lubang tanam, Anda bisa mengisikan 2 biji sekaligus.

Langkah III : Tahap Pemeliharaan Bibit

Tiga hari selepas dilakukan penanan benih, biji mentimun tersebut akan tumbuh menjadi bibit. Siram bibit mentimun setiap dua kali sehari pada pagi dan sore hari, atau menyesuaikan kondisi lahan. Pada hari ke-15, Anda bisa melakukan penyulaman dengan cara mencabuti bibit-bibit mentimun yang memiliki postur tidak normal dan berpenyakit. Penyiangan gulma juga perlu dikerjakan bersama dengan pelaksanaan pemupukan ulang.

Lengkapi lahan dengan ajir berupa bilah-bilah bambu yang berukuran 200-250 cm. Ajir tersebut bisa dipasang pada hari ke-5 hingga ke-7 dengan kedalaman 10 cm. Selanjutnya masing-masing ajir yang sudah dipasang dengan jarak 20 cm ini saling dihubungkan menggunakan tali. Fungsinya adalah sebagai pegangan tanaman mentimun untuk merambat. Ajir dipasang di seluruh lahan.

Tanaman mentimun akan mulai merambat pada usia 20 hari. Anda bisa membantunya menemukan pegangan pada ajir dengan melilitkannya cukup longgar saja hingga tanaman mampu beradaptasi. Pemangkasan juga perlu dikerjakan secara berkala untuk mengurangi penguapan akibat jumlah daun yang terlalu lebat.

Setiap seminggu sekali lahan perlu disirami memakai pupuk organik cair. Campurkan 30 cc pupuk kandang dengan 15 liter air. Opsi lainnya adalah dengan mencampurkan 200 liter air dan 0.5 kg urea/1 kg ZA. Bisa juga dengan memakai campuran 200 liter air, 20 kg pupuk organik, 0.5 kg urea, 0.5 kg sp36, dan 0.5 kg KCI. Berikutnya pupuk tersebut disiramkan ke tanaman dengan dosis sekitar 170 cc/batang. Penambahan pupuk NPK organik dapat dilakukan setelah tanaman mulai menumbuhkan bunga.

Langkah IV : Tahap Panen dan Pasca Panen

Pemanenan mentimun ditujukan pada buah-buah yang masih mentah dengan kriteria sesuai permintaan pasar. Pemitakannya dilakukan dengan memotong buah mentimun dan menyisakan sedikit tangkai buahnya agar buah tidak cepat membusuk. Buah yang sudah dipetik harus dikumpulkan di tempat yang teduh dan terhindar dari terik matahari langsung.