Cara Budidaya Jahe Merah dalam Karung

Bagaimana cara budidaya jahe merah dalam karung? Tidak sedikit orang yang beranggapan kalau jahe merah hanya dapat dimanfaatkan sebagai minuman penghangat, pereda sakit tenggorokkan, sekaligus bumbu masakan saja. Namun faktanya, kandungan senyawa aktif yang terdapat pada jahe merah membuatnya bagus sekali dikonsumsi saat diet.

Seiring dengan permintaan pasar akan jahe yang semakin meningkat, maka potensi keuntungan budidaya tanaman ini juga semakin besar. Selain dijual untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, jahe merah juga laku keras di pasar internasional. Uniknya, penanaman jahe merah biasa dilakukan menggunakan wadah berupa karung.

Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk membudidayakan jahe merah di dalam karung :

Langkah 1 : Menyiapkan Media Tanam

Anda perlu menyiapkan wadah penanaman berupa karung, baik karung beras maupun karung pupuk. Semakin besar ukuran karung, media tanam yang dapat diisikan ke dalamnya akan semakin banyak sehingga tingkat produktivitas jahe pun akan semakin tinggi. Adapun media tanam yang digunakan terdiri atas campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 atau 1:1:2 tergantung tingkat kesuburan tanah.

Baik tanah, pasir, dan pupuk yang digunakan sebagai media tanam harus bersih dan bebas dari kotoran. Setelah tercampur rata, media tanam ini lantas dimasukkan ke dalam karung yang telah disiapkan. Pengisian media tanam cukup memenuh sampai seperempat dari total volume karung karena selama pemeliharaan tanaman nanti, karung akan terus diisi dengan media tanam secara bertahap.

Langkah 2 : Membibitkan Jahe

Pemilihan Benih

Benih dari tanaman jahe diambil dari bagian rimpangnya. Ciri-ciri benih jahe yang baik antara lain kondisinya segar, sehat, ukurannya normal, tidak cacat, tidak terluka, dan berasal dari tanaman indukan yang bermutu bagus. Rimpang-rimpang jahe yang sudah terkumpul ini selanjutnya disortir sekali lagi berdasarkan kualitasnya.

Pengecambahan

Rendam benih jahe ke dalam larutan fungisida selama 15 menit. Setelah itu, letakkan benih tersebut di atas tampah/nyiru. Pindahkan tampah ini di ruangan yang memiliki tingkat kelembaban cukup tinggi untuk memicu terjadinya proses pengecambahan. Kontrol terhadap benih jahe harus dilakukan setiap hari selama 10-14 hari. Basahi benih dengan air secukupnya bila kondisinya terlalu kering.

Penyemaian

Tempat persemaian jahe merah berupa tanah petak yang berukuran 1 x 2 m, di mana lokasinya harus terhindar dari terik matahari dan curah hujan. Petak tersebut lantas diisi menggunakan pasir dan pupuk organik. Proses penanaman kecambah jahe merah dilaksanakan pada kedalaman 4-5 cm. Benih-benih tadi akan berubah menjadi bibit jahe merah saat usianya mencapai 2-4 minggu. Setelah bibit jahe merah mempunyai tinggi sekitar 10 cm, Anda bisa memindahkannya ke media karung.

Langkah 3 : Menanam Bibit Jahe

Pertama-tama, buatlah lubang penanaman pada media tanam yang terdapat di karung sebesar ukuran pangkal bibit. Kemudian tanamkan bibit jahe merah ke dalam lubang tadi, lalu tutup kembali dengan media di sekitarnya dan padatkan. Setelah semua bibit jahe merah telah selesai ditanam, Anda bisa menyiram media tanam menggunakan air bersih supaya proses adaptasi bibit bisa berjalan dengan baik. Letakkan karung-karung ini di tempat yang teduh yang terletak di bawah naungan sampai umurnya menginjak 2,5 bulan.

Langkah 4 : Memelihara Tanaman Jahe

Penyiraman

Tanaman jahe merah perlu disiram setiap hari, khususnya waktu sore hari. Untuk memudahkan penyiraman dan mengantisipasi musim kemarau, Anda bisa menempatkan karung-karung berisi tanaman jahe ini di dalam kolam ikan. Proses penyiraman bisa dihentikan sementara ketika tanaman mulai memasuki tahap pengeringan yakni waktu memasuki masa panen.

Penyiangan dan Penggemburan

Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan rumput yang tumbuh di media tanam sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman jahe. Penyiangan utamanya dilaksanakan pada empat bulan awal yakni ketika tanaman belum terlalu rimbun. Untuk menekan pertumbuhan gulma di dalam karung, Anda bisa menutupinya dengan mulsa.

Media tanam juga perlu digemburkan secara berkala. Tujuannya adalah untuk menyediakan media tumbuh yang baik bagi akar tanaman serta memperbaiki sirkulasi udara di dalam media tanam. Proses penggemburan ini dikerjakan secara manual menggunakan cetok.

Pemupukan

Demi memenuhi kebutuhan nutrisi pada tanaman jahe merah, pemupukan susulan wajib dilakukan setiap dua bulan sekali. Pupuk yang ditambahkan berupa pupuk organik dengan dosis sesuai kebutuhan tanaman. Jumlah pupuk yang diberikan kira-kira 1/5 dari ukuran karung yang digunakan.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Beruntung tanaman jahe merah termasuk jarang sekali diserang oleh hama ataupun penyakit. Beberapa hama yang kerap ditemukan mengganggu tanaman ini misalnya belalang dan ulat yang senang memakan daun. Teknik pengendaliannya dapat dilakukan secara mekanis dan kimiawi menggunakan insektisida organik. Sementara itu, penyakit yang sering menyerang jahe merah ialah layu bakteri dan busuk rimpang yang disebabkan oleh jamur. Pencegahannya bisa dilakukan memakai bakterisida dan fungisida serta pemusnahan terhadap tanaman yang berpenyakit.

Langkah 5 : Memanen Jahe

Pada umumnya, tanaman jahe merah bisa dipanen setelah berumur 10 bulan. Sebelumnya, tanaman akan mengalami masa pengeringan terlebih dahulu ditandai dengan daun dan batangnya berubah warna menjadi kekuning-kuningan dan tampak mengering. Pemanenan dilakukan dengan membuka karung seluruhnya, lalu mengangkat rimpang jahe secara hati-hati supaya tidak rusak. Biasanya setiap rumpun tanaman jahe yang dipelihara di dalam karung berukuran 50 kg sanggup menghasilkan rimpang jahe sebanyak 5-6 kg.