Budidaya Bunga Gloxinia yang Benar

Bagaimana cara membudidayakan bunga gloxinia? Gloxinia adalah salah satu genus dalam famili Gesneriaceae yang terdiri atas tiga spesies tanaman tropis yang terkenal akan keindahan bunganya. Kebanyakan spesies tanaman tersebut berasal dari wilayah pegunungan Andes, Amerika Selatan. Namun khusus untuk spesies Gloxinia perennis, Anda bisa menemukannya tumbuh di Amerika Tengah dan India Barat.

Bunga gloxinia memiliki ukuran yang cukup besar, permukaannya halus bagaikan beludru, dan bentuknya mengerucut seperti lonceng. Warna bunganya sangat bervariasi antara lain merah, ungu, biru, putih, dan pink. Ada pula bunga yang mempunyai dua hingga tiga warna sekaligus. Keragaman bunga gloxinia juga mencakup pada bentuknya. Di antaranya yaitu bunga yang tegak lurus ke atas, bentuknya mini, mengangguk, serta bunga berbentuk single dan double.

Tanaman gloxinia paling baik dibudidayakan di dataran tinggi yang memiliki ketinggian lebih dari 500 m dpl. Suhu optimalnya adalah 17-20 derajat celsius. Tanaman yang tumbuh di bawah suhu ideal menyebabkan daunnya melengkung ke bawah. Sedangkan cahaya matahari yang dibutuhkan untuk mendukung pembungaan yang baik sekitar 150-200 lux. Cahaya berlebihan dapat menyebabkan tanaman terbakar. Namun bila tanaman kekurangan cahaya, posturnya akan meninggi.

Persiapan Bibit

Cara memperbanyak gloxinia pada umumnya dilakukan melalui umbi akar dan setek daun. Perbanyakan dengan setek daun akan menghasilkan bibit yang mempunyai kultivar yang sama. Setelah Anda berhasil mendapatkan umbi gloxinia, bibit tersebut disemai menggunakan media yang terdiri dari campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:2:1. Masa persemaian ini paling baik dilakukan pada akhir bulan Februari.

Pengolahan Lahan

Bibit gloxinia sebaiknya ditanam di lahan yang tertutup atau diberi naungan yang cukup mengingat tanaman ini rawan sekali membusuk jikalau tersiram oleh air hujan. Lahan yang akan dipakai untuk menanam bibit gloxinia harus dioleh terlebih dahulu. Caranya yaitu cangkul tanah sedalam 20-30 cm untuk membuat strukturnya menjadi gembur dan bersifat remah. Kemudian tambahkan pupuk kandang untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Setelah itu, buatlah beberapa bedengan di dalam lahan tersebut. Jarak tanam yang dipakai biasanya adalah 20 x 20 cm atau 30 x 30 cm. Walaupun tanaman yang dihasilkan dari jarak tanam 20 x 20 cm berukuran lebih kecil, tetapi pada dasarnya lebih menguntungkan secara ekonomis. Lahan juga wajib dilengkapi sistem drainase yang baik untuk mencegah timbulnya genangan air.

Penanaman Bibit

Bibit gloxinia yang sudah mempunyai setidaknya 2 helai daun siap dipindahtanamkan dari tempat persemaian ke lahan penanaman. Waktu yang paling baik untuk mengerjakan proses ini yaitu pagi atau sore hari. Setiap lubang tanam dapat diisi dengan satu bibit bunga gloxinia. Pastikan bibit ditanam dalam posisi yang tegak. Tutuplah kembali lubang tanam menggunakan lapisan tanah bagian atas dan padatkan bagian pinggirannya.

Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman gloxinia meliputi penyulaman, penyiraman, pemberantasan gulma, dan pemupukan. Pelaksanaan penyulaman dilakukan dalam masa awal penanaman hingga tanaman berusia 2 minggu. Caranya yaitu mengganti bibit yang tidak mampu beradaptasi dengan bibit yang baru. Sedangkan untuk penyiramannya harus dilakukan secara hati-hati dengan sistem mat irrigation. Jangan sampai air mengenai bagian daun tanaman karena akan menyebabkan daun membusuk. Setiap dua minggu sekali, Anda perlu membersihkan lahan dari tanaman pengganggu serta melakukan pendangiran.

Pemupukan yang tepat akan menghasilkan daun berwarna hijau kebiruan. Gunakan osmocote (14-14-14) atau dekastar dengan dosis 6 kg/m3 jika penerapannya tanpa memakai pupuk cair. Sedangkan jika menggunakan pupuk cair bisa diberi tambahan unsur N sebanyak 150 ppm. Untuk mencegah tanaman tumbuh terlalu tinggi, pakailah ZPT seperti ALAR. Hati-hati saat memberikan ZPT dan jangan pernah melakukannya setelah terbentuknya tunas bunga.

Pengendalian OPT

Mayoritas hama bagi tanaman bunga gloxinia berasa dari kutu daun, tungau, dan trips. Beberapa tanaman juga kerap diserang oleh hama stroberi. Guna mengontrol serangan hama tersebut dapat dipakai insektisida antara lain acephate, dhitio dan endosulfan untuk mengatasi kutu daun. Insektisida berupa dicofol, vapona, pegassus, dan agrimex untuk mengendalikan tungau. Sedangkan serangan trips bisa diatasi dengan dithio, vapona, pegassus, dan agrimex. Serta kontrol terhadap kumbang stroberi bisa dilakukan memakai acephate.

Pemanenan Bunga

Tanaman gloxinia akan menghasilkan bunga yang sangat indah setelah 4-5 bulan pemindahan ke lahan penanaman. Jadi bila Anda menanam umbi pada akhir bulan Februari, maka tanaman tersebut sudah dalam kondisi yang siap dijual ketika memasuki bulan Agustus. Begitu pula dengan gloxinia yang dipelihara di dalam pot akan berbunga dalam waktu 12-20 minggu setelah pindah tanam tergantung waktu penanamannya dalam setiap tahun. Bunga gloxinia dipanen dengan turut mengikutsertakan bagian batangnya. Bahkan ada pula petani yang memanen bunga ini sampai ke bagian akar tanaman.