Begini Teknik Budidaya Tanaman Kubis

Apakah Anda membutuhkan panduan budidaya tanaman kubis? Kubis (Brassica oleracea) adalah tanaman sayuran yang biasanya dikembangbiakkan untuk diambil bagian kepala daunnya. Ada beberapa jenis kubis yang dibedakan menurut warna daunnya yaitu kubis putih, kubis hijau, dan kubis ungu/merah. Karena merupakan anggota suku Brassicaceae, tanaman ini masih berkerabat dekat dengan kembang kol, brokoli, dan kubis brussel.

Bagi Anda yang ingin membudidayakan tanaman kubis, silakan pelajari petunjuk penerapan teknik-tekniknya berikut ini :

Persemaian

Buat wadah semai dari daun pisang atau kertas nasi. Campurkan tanah halus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1, kemudian jemur selama 3-4 hari. Masukkan media yang telah dijemur ini ke dalam wadah semai secukupnya. Sebelum ditanam di wadah semai, benih kubis perlu disemai terlebih dahulu di bak semai berupa baki. Tambahkan pupuk urea sebanyak 0,5 gram/liter air untuk meningkatkan kesuburan media. Siram benih tersebut setiap hari dan amati pertumbuhannya.

Persiapan Lahan

Mula-mula tanah yang akan ditanami bibit kubis harus dibumbun sejak dua hari sebelum masa penanaman. Tanah juga perlu dicangkul menjadi bongkahan-bongkahan kecil sehingga teksturnya benar-benar gembur. Taburkan pupuk kompos dengan dosis 10 ton/ha, lalu tutup memakai tanah setebal 10 cm di atasnya.

Penanaman

Penanaman kubis tidak mengenal musim, tetapi serangan hama pada musim kemarau akan lebih meningkat. Bibit kubis bisa ditanam di lahan setelah usianya 3-4 minggu. Jarak penanaman yang ideal adalah 50 x 60 cm. Bibit ditanam dengan cara memasukkan bagian akarnya ke dalam lubang tanam.

Proses pemindahan bibit kubis dari wadah semai ke lahan ini sebaiknya dilaksanakan pada waktu sore hari untuk mencegah terjadinya penguapan berlebih. Pada masa pertumbuhan awal, bibit-bibit tersebut wajib disiram setiap hari sampai tanaman dapat tumbuh dengan baik. Segera laksanakan penyulaman saat seminggu awal terhadap tanaman-tanaman yang mati.

Pembentukan Daun

Fase pembentukan daun pada tanaman kubis terjadi ketika tumbuhan ini berumur sekitar 15-35 hari. Fase ini sangat penting sebab berpengaruh besar terhadap perkembangan tanaman selanjutnya. Lakukan pemupukan susulan pada saat usia tanaman mencapai 28 hari menggunakan ½ dosis urea dan ½ dosis ZA dengan cara ditugalkan sejauh 5 cm dari tanaman. Sedangkan proses penyiangan dilaksanakan ketika usia kubis sudah menginjak 34 hari.

Pembentukan Krop

Fase pembentukan krop berlangsung waktu tumbuhan kubis berusia antara 35 hari sampai masa panen. Tanaman yang telah memasuki fase ini sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit, khususnya ulat krop. Amati kondisi tanaman dari adanya kemungkinan serangan patogen dan hama setiap dua minggu sekali. Pengendalian hama kubis dapat dilakukan melalui metode mekanis dan kimiawi menggunakan insektisida yang efektif.

Pemanenan

Ciri-ciri tanaman kubis yang telah siap dipanen adalah daunnya berwarna hijau mengkilap serta kondisi daun terluarnya agak layu. Pemanenan dilakukan dengan memetik kubis menggunakan pisau yang tajam dan bersih. Caranya ialah potong bagian pangkal batang kubis memakai pisau. Disarankan untuk memanen kubis yang berkualitas bagus terlebih dahulu agar penyortirannya nanti lebih mudah dikerjakan.