7 Cara Mencegah Tanaman Cabai Layu

Bagaimana cara mencegah tanaman cabai layu? Banyak petani di Indonesia yang menanam cabai di lahannya. Alasannya tanaman cabai cepat menghasilkan buah yang dapat dipanen dan harga jualnya pun cukup tinggi. Cabai memang termasuk bumbu dasar masakan-masakan khas Nusantara sehingga sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita. Jadilah tingkat permintaan pasar akan buah cabai ini terus mengalami peningkatan.

Para petani tentu akan merasa senang jika tanaman cabai yang dibudidayakannya tumbuh subur dan berbuah lebat. Namun kenyataannya, penyakit terus mengintai tanaman-tanaman ini. Salah satunya yaitu penyakit layu yang disebabkan oleh serangan virus dan bakteri. Paling sering penyakit layu ini menyebar di musim penghujan ketika tingkat kelembaban lingkungan cukup tinggi. Kondisi lingkungan yang lembab membuat virus dan bakteri merajalela.

Terdapat beberapa upaya yang bisa Anda lakukan guna mencegah serangan virus/bakteri penyebab tanaman cabai layu, di antaranya :

  1. Gunakan Varietas Unggul

Anda harus menanam benih cabai yang berasal dari varietas unggul yang telah diketahui tahan terhadap serangan penyakit layu. Di antaranya yaitu F1 Dewata 43, F1 Rimbun 3, F1 Flash, F1 Bhaskara, dan F1 Kiyo. Ini merupakan langkah awal yang wajib dilakukan sebelum Anda melaksanakan pembibitan. Dengan memilih varietas cabai ini, maka Anda dapat meminimalisir terjadinya kemungkinan serangan penyakit layu.

  1. Berikan Dolomit Secukupnya

Pastikan lahan yang akan ditanami bibit cabai memiliki tingkat keasaman tanah yang ideal. Nilai pH yang tepat bagi tanaman cabai berkisar 6,5-7. Bila pH tanah ini terlalu rendah, tanaman berpotensi tidak tumbuh optimal. Serangan penyakit layu juga lebih sering terjadi di media tanam yang mempunyai pH rendah. Anda bisa mengaplikasikan dolomit secukupnya guna meningkatkan pH tanah tersebut.

  1. Pakai Pupuk Kandang Matang

Pupuk kandang yang akan diberikan kepada tanaman cabai harus dipastikan terlebih dahulu bahwa kondisinya sudah matang sempurna. Pupuk kadang ini dibutuhkan guna meningkatkan kesuburan tanah. Pupuk ini akan memperkaya kandungan nutrisi di dalam tanah serta menciptakan lingkungan yang ideal bagi mikroorganisme pengurai. Pakailah pupuk kandang sebanyak 6 ton/hektar.

  1. Berikan Pupuk yang Tepat

Khusus untuk pupuk tambahan harus diberikan secara tepat. Terutama saat musim penghujan, dianjurkan menggunakan pupuk yang tidak terlalu banyak mengandung nitrogen. Kandungan nitrogen yang terlalu tinggi dapat mempercepat pertumbuhan tanaman, tetapi pembentukan seratnya rendah. Akibatnya tanaman cabai lebih mudah terserang penyakit. Sesuaikan NPK yang dipakai dengan umur tanaman.

  1. Tanam di Jarak yang Ideal

Perhitungan kasarnya, Anda akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak jika menanam tanaman cabai yang banyak pula. Namun Anda tetap harus memperhatikan jarak tanam supaya tanaman tetap bisa tumbuh dengan baik. Penanaman yang terlalu rapat menyebabkan lingkungan menjadi lembab sehingga tanaman rawan terserang jamur. Tanaman cabai idealnya ditanam dengan jarak 65 x 65 cm hingga70 x 70 cm.

  1. Pengaturan Sistem Drainase

Lahan yang baik wajib dilengkapi dengan drainase sebagai saluran air. Adanya drainase ini akan mencegah genangan air terjadi di lahan yang dapat menyebabkan tanaman menjadi layu hingga membusuk. Pastikan air hujan langsung bisa mengalir lancar melalui drainase tersebut. Sebaiknya buatlah drainase dengan lebar 40 cm dan kedalaman saluran sampai 40 cm.

  1. Bersihkan Gulma yang Tumbuh

Anda tidak bisa mencegah gulma agar tidak tumbuh di lahan. Namun yang dapat Anda lakukan ialah memastikan pertumbuhan gulma tersebut terkendali sehingga tidak mengganggu tanaman cabai. Oleh sebab itu, Anda perlu membersihkan gulma secara berkala. Lingkungan di sekitar tanaman harus bebas dari gulma. Jangan biarkan gulma-gulma ini tumbuh subur karena bakal menjadi inang bagi virus dan bakteri.