6 Trik Jitu agar Tanaman Berbunga Lebat

Bagaimana caranya agar tanaman berbunga lebat? Anda mungkin termasuk salah satu orang yang merasa heran sendiri kenapa tanaman bunga yang ditanam selama ini tidak kunjung berbunga. Kalau pun berbunga, jumlah bunganya pun sedikit sekali. Padahal Anda sendiri merasa yakin kalau sudah merawatnya dengan baik dan benar. Anda sudah rutin menyiramnya setiap hari berharap supaya tanaman lekas berbunga. Namun jangankan bunga, bakal bunga dan pucuk tunas daun pun tidak kunjung tumbuh jua.

Memang menanam tumbuh-tumbuhan itu merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Anda bisa melatih kesabaran dan menyalurkan hobi akan tanaman dengan berkebun di rumah sendiri. Rimbunnya daun serta bunga dan buah sebagai hasilnya hanya menjadi bonus belaka. Anda sudah merasa senang apabila rumah tinggal dikelilingi oleh tumbuh-tumbuhan. Namun Anda tentu akan merasa jauh lebih gembira jikalau tanaman-tanaman tersebut berhasil menumbuhkan bunga yang akan menambah daya tariknya.

Terdapat trik-trik tertentu supaya tanaman berbunga lebat, antara lain :

Trik 1. Sinar Matahari Pagi itu Penting

Tanaman membutuhkan sinar matahari untuk bisa berfotosintetis menghasilkan makanan. Tahukah Anda, sinar matahari yang paling bagus untuk tanaman ialah saat pagi hari. Karena sinar tersebut mampu merangsang tumbuhnya bunga. Oleh sebab itu, Anda perlu memastikan tanaman bisa mendapatkan sinar matahari pagi setiap hari. Anda bisa meletakkan tanaman di salah satu sudut halaman yang paling pas. Tanaman yang kekurangan sinar matahari biasanya memiliki daun yang lebat dan berwarna hijau pucat.

Trik 2. Berikan Pupuk Sebulan Sekali

Anda tentu sudah memahami bahwa tanaman membutuhkan zat hara sebagai makanannya. Zat-zat hara tersebut berasal dari pupuk yang Anda berikan sewaktu menanam pertama kali. Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah zat hara ini akan semakin menipis karena terus diserap oleh akar tanaman. Anda perlu melakukan pemupukan ulang guna mengembalikan jumlah zat hara yang terkandung di dalam media tanam. Silakan lakukan pemupukan minimal sebulan sekali menggunakan pupuk kandang dari kotoran ayam.

Trik 3. Coba Zat Perangsang Tumbuh

Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) adalah sebuah zat yang berguna untuk memicu pertumbuhan tanaman. Tanaman yang diberi ZPT akan tumbuh subur serta mampu menumbuhkan bunga dan buah dalam waktu yang lebih cepat. Anda bisa mencoba memberikan ZPT yang sesuai agar tanaman peliharaan Anda cepat menghasilkan bunga dan berbunga lebat. Sebisa mungkin pilih ZPT yang kaya akan kandungan kalium sebab zat ini berperan penting dalam mendukung pembentukan dan tumbuhnya bunga.

Trik 4. Siram Menurut Kebutuhannya

Tanaman membutuhkan air dalam jumlah yang berbeda-beda. Anda harus memahami bahwa tidak semua tanaman menyukai air. Tanaman yang memang aslinya tumbuh di habitat yang kering wajib dikontrol airnya supaya tetap bisa tumbuh dengan baik. Oleh sebab itu, dalam menyirami tanaman, Anda perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan tanaman tersebut. Setidaknya siramlah tanaman ketika kondisi media tanamnya sudah agak kering. Sirami hingga kondisi media tanamnya cukup basah.

Trik 5. Pangkas Cabang-cabang Tanaman

Proses pemangkasan sebenarnya merupakan upaya perawatan yang wajib dilakukan supaya tanaman sanggup menumbuhkan bunga. Setelah cabang tanaman yang mati atau tua ini dipangkas, selanjutnya akan tumbuh cabang-cabang baru. Cabang baru inilah yang bersifat produktif sehingga mampu menghasilkan bunga dalam waktu cepat. Sayangnya kebanyakan pencinta tanaman enggan melakukan pemangkasan karena kasihan melihat tanaman-tanamannya dipotong. Padahal dengan melakukan pemangkasan secara teratur, maka dijamin tanaman tersebut akan rajin berbunga.

Trik 6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Tanaman pun dapat terserang oleh hama dan penyakit. Serangan ini mengakibatkan tanaman menjadi sakit dan tidak mampu tumbuh dengan baik. Dampak yang lebih fatal ialah tanaman tadi sulit menghasilkan bunga karena pertumbuhannya terganggu. Anda bisa mengenali serangan hama dan penyakit melalui gejala-gejala awal yang muncul pada tanaman. Setelah berhasil mengidentifikasi hama atau penyakit apa yang menyerang, Anda dapat segera memberikan upaya pengendalian.