6 Cara Merawat Tanaman Mint agar Tidak Layu dan Menguning

Kini ada banyak sekali tanaman impor yang coba ditanam di Indonesia. Contohnya yaitu tanaman mint. Meskipun bukan merupakan tanaman asli Indonesia, Anda pasti sudah tahu tentang tanaman mint, kan? Layaknya tanaman kemangi, tanaman mint ini mempunyai aroma khas pada daunnya. Aroma tersebut sungguh semerbak dan segar. Sehingga daun mint ini lantas sering dimanfaatkan untuk menambahkan aroma tertentu pada minuman dan makanan, terutama hidangan penutup (dessert).

Harga daun mint segar di supermarket tergolong cukup mahal. Untuk satu kotaknya saja, Anda mesti menebusnya dengan puluhan ribu rupiah. Padahal Anda bisa loh menanam tumbuhan mint sendiri, lalu bebas memetik daun-daunnya sesuka hati secara cuma-cuma. Bibit tanaman mint bisa Anda dapatkan di www.tokotanaman.com dengan harga yang sangat terjangkau. Bahkan kalau mau memperoleh harga yang lebih murah lagi, Anda dapat membeli benihnya berupa biji-biji mint yang siap ditanam.

Supaya tanaman mint tumbuh subur, tentu Anda perlu merawatnya dengan baik. Perawatan ini akan menjamin tanaman tersebut mendapatkan air, unsur hara, dan cahaya matahari sesuai kebutuhannya. Cuma masalahnya tidak sedikit penghobi tanaman yang mengaku kalau tumbuhan miliknya mati. Pada awalnya seluruh bagian tanaman ini layu, menguning, mengering, hingga akhirnya mati. Hal ini tentu tak boleh dibiarkan. Boleh jadi matinya tanaman mint disebabkan oleh kesalahan Anda dalam merawatnya.

Penyebab Tanaman Mint Menjadi Layu dan Menguning

Berikut ini faktor-faktor yang dapat menyebabkan tanaman mint menjadi layu dan menguning hingga akhirnya mati, antara lain :

  1. Tanaman mint mendapatkan air yang terlalu banyak. Kemungkinan besar Anda menyiraminya terlampau sering atau terlalu banyak. Bahkan tanaman pun sampai tergenangi air. Keadaan ini wajar menyebabkan tanaman mint menjadi layu sebab pada dasarnya mint tidak membutuhkan air yang terlalu banyak. Menyiraminya secara berlebihan justru membuatnya busuk.
  2. Tidak tercukupinya kebutuhan nutrisi pada tanaman mint juga bisa menyebabkannya mati. Hal ini terjadi lantaran tanaman tidak bisa tumbuh dengan baik. Tidak ada asupan nutrisi atau unsur hara yang cukup untuk mendukung pertumbuhannya. Awalnya tanaman menjadi kurus, kerdil, hingga akhirnya mengering dan mati. Anda harus melakukan pemupukan secara berkala.
  3. Tanaman mint yang terkena pancaran sinar matahari secara langsung yang terlampau lama atau terlalu panas juga akan menyebabkan tanaman tersebut menjadi layu atau menguning. Cahaya matahari memang sangat penting dalam mendukung tanaman agar tetap hidup. Adanya sinar ini memungkinkan tanaman berfotosintesis. Namun jika kepanasan, tanaman mint pun mati.

Cara Mengatasi Tanaman Mint yang Layu atau Menguning

Jikalau tanaman mint Anda menunjukkan tanda-tanda menjadi layu atau berubah menjadi kuning, maka  Anda bisa menyelamatkannya agar tidak mati dengan mengikuti kiat-kiat di bawah ini!

  1. Anda bisa mencoba mengeluarkan tanaman mint dari pot yang lamanya. Buanglah semua media tanam dari pot tersebut. Lantas bersihkan media tanam yang masih ada di akar tanaman mint memakai air yang mengalir. Masukkan media tanam baru yang dibuat dari kompos, sekam padi, serta pupuk kandang dengan perbandingan 3:1:1 ke dalam pot. Kemudian tanamkan kembali tanaman mint ke dalam pot. Kerjakan dengan hati-hati agar tidak merusak akarnya.
  2. Hindarilah memindahkan tanaman mint di tempat terbuka, khususnya bila ukuran tanaman tadi masih kecil. Terik matahari di Indonesia jauh lebih panas dibandingkan di habitat alami tanaman mint ini. Bukan tidak mungkin tanaman tersebut akan terbakar manakala Anda meletakkannya di tempat-tempat terbuka yang bisa terkena pancaran sinar mentari secara langsung. Tanaman mint yang nampak layu harus segera dipindahkan ke tempat teduh.
  3. Air memang menjadi kebutuhan utama bagi semua makhluk hidup, tidak terkecuali dengan tanaman mint. Tanaman mint ini memerlukan air dalam jumlah yang cukup untuk mendukung kehidupannya. Tapi jika jumlah air yang diterimanya jauh lebih banyak daripada kebutuhannya atau air yang diterima tanaman mint ini berlebihan, maka tanaman pun akan membusuk dan mati. Sebaiknya Anda sirami tanaman ini saat permukaan media tanamnya nampak kering.
  4. Lakukan pembersihan gulma yang tumbuh di dalam pot secara berkala. Gulma ini mencakup semua tanaman yang tumbuh di pot selain tanaman mint. Keberadaan gulma tersebut dapat mengganggu kehidupan tanaman mint dan memperlambat pertumbuhannya. Gulma-gulma ini akan menjadi pesaing bagi tanaman mint dalam memperoleh air, unsur hara, dan sinar mentari. Akibatnya tanaman pun tidak bisa tumbuh secara optimal.
  5. Berikan pupuk tambahan secara berkala kepada tanaman mint. Ingat, tanaman yang ditanam di pot hanya bisa memperoleh makanan dari zat hara yang tersedia di dalam pot saja. Sedangkan jumlah zat hara ini lambat laun akan semakin berkurang sebab terus diambil oleh akar tanaman. Jika Anda tidak menambah zat hara ke pot, maka tanaman mint bisa kekurangan makanan. Anda bisa memberikan pupuk NPK 15:15:15 sebanyak 0,5 sendok makan/pot yang dicampur dengan segelas air. Lakukan pemupukan ini setiap 3 minggu sekali.
  6. Pantau terus kondisi tanaman mint setiap hari. Perhatikan dengan baik kondisi setiap bagiannya. Bukan tidak mungkin tanaman mint Anda diserang oleh hama dan penyakit yang menyebabkan tanaman menjadi layu dan menguning sampai berujung pada kematian. Kalau Anda menjumpai tanda-tanda adanya serangan hama/penyakit pada tanaman tersebut, segeralah lakukan upaya pengendalian memakai insektisida atau fungisida yang sesuai secara tepat.