5 Tips Menanam Buah Naga agar Cepat Berbuah

Bagaimana cara menanam buah naga agar cepat berbuah? Kunci utamanya ialah menyediakan unsur nitrogen (N) yang cukup untuk mendukung pertumbuhannya. Jika Anda menggunakan pupuk kandang, maka pilihlah pupuk kandang yang terbuat dari kotoran ayam sebab banyak mengandung unsur N. Begitu pula apabila Anda memakai pupuk kemasan siap pakai, pilihlah produk yang memiliki kandungan unsur N lebih tinggi daripada P dan K.

Pemberian unsur N yang banyak akan membuat proses pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik. Pohon buah naga akan menghasilkan batang yang cepat tumbuh memanjang sehingga tunas-tunas baru pun lebih cepat muncul. Warna batang tersebut lebih muda dan diameter batangnya lebih kecil dibandingkan dengan tanaman yang banyak diberi unsur P maupun unsur K. Perawatan ini cocok sekali diberikan kepada pohon buah naga yang baru saja melewati musim berbuah.

Terdapat sejumlah faktor yang dapat mendukung tanaman buah naga supaya cepat tumbuh besar dan berbuah lebat, di antaranya :

  1. Buah naga harus ditanam di media tanam yang tepat. Syarat yang harus dipenuhi antara lain tanah berpasir, kondisinya kering, warna cenderung merah, dan memiliki pH normal. Jika media tanam yang ada belum memenuhi syarat-syarat di atas, maka perlu dilakukan upaya pengolahan lebih lanjut. Contohnya jika pH tanah terlalu rendah, taburkan kapur dolomit secukupnya untuk meningkatkan pH-nya.
  2. Tanaman buah naga sangat membutuhkan tanah dengan tingkat keasaman yang normal. Bila pH-nya terlalu asam, maka tanaman mudah terserang jamur yang mengakibatkan timbulnya penyakit busuk akar atau busuk batang. Begitu pula jika tanaman kekurangan unsur kalium, maka pertumbuhan tanaman menjadi terhambat sehingga posturnya kerdil.
  3. Sebisa mungkin kontrol jumlah percabangan pada tanaman buah naga. Jumlah cabang yang terlalu banyak mengakibatkan buah yang dihasilkannya tidak maksimal. Hal ini dikarenakan banyaknya jumlah percabangan tanaman menyebabkan unsur hara yang diserap oleh akar hanya dipakai untuk memenuhi kebutuhan batangnya saja. Adapun jumlah cabang yang normal berkisar antara 4-6 cabang/tanaman.
  4. Pada saat memasuki masa berbuah, jangan lupa untuk melakukan pemotongan pada bagian ujung cabang tanaman. Tujuannya supaya cabang tersebut tidak berkonsentrasi untuk mengembangkan batang, melainkan lebih berfokus untuk menghasilkan buah. Kondisi ini terjadi lantaran unsur hara yang diserap oleh tanaman dapat dialihkan untuk memenuhi pembesaran buah naga.
  5. Unsur yang paling mempengaruhi proses pembentukan dan pembesaran buah naga ialah kalium. Secara alami unsur ini banyak terdapat di dalam pangkal pohon pisang, serabut kelapa, bahan organik laut, tulang ikan, dan daun teh. Ada baiknya sebelum diaplikasikan ke tanaman, bahan-bahan organik ini difermentasikan terlebih dahulu. Selanjutnya bahan tersebut bisa disemprotkan atau ditaburkan ke sekeliling tanaman buah naga.