4 Cara Menyemai dan Menanam Biji Gelombang Cinta

Tanaman gelombang cinta tergolong dalam genus Anthurium di famili Araceae. Termasuk tanaman hias yang populer di Indonesia, gelombang cinta mempunyai daun yang sangat menarik. Daunnya berbentuk memanjang dan bergelombang. Daun umumnya berwarna hijau tua dengan urat dan tulang daun yang cukup besar. Tapi beberapa tahun terakhir telah berhasil diciptakan gelombang cinta dengan daun yang warnanya kekuning-kuningan hingga kemerah-merahan sehingga nampak semakin indah.

Perlu diketahui, tanaman gelombang cinta masih berkerabat dekat dengan berbagai tumbuh-tumbuhan hias yang memiliki daun indah seperti aglaonema, keladi hias, alokasia, dan philodendron. Tanaman ini sendiri bisa diperbanyak menggunakan biji. Anda bisa menanam gelombang cinta dari bijinya. Tentu saja biji tersebut perlu disemai terlebih dahulu agar berkembang menjadi kecambah. Barulah kemudian biji gelombang cinta akan semakin tumbuh menjadi besar. Anda mungkin tertarik menanamnya?

Terdapat 4 cara yang dapat dilakukan untuk menanam biji gelombang cinta, di antaranya :

CARA PERTAMA

Jika Anda perhatikan dengan baik, biji gelombang cinta mempunyai lapisan jelly di bagian paling luarnya. Kalau dibiarkan, lapisan ini berpotensi besar akan mendatangkan jamur yang menyebabkan biji menjadi busuk. Oleh sebab itum lapisan jelly ini peru dihilangkan terlebih dahulu sebelum disemai. Caranya yaitu rendamlah biji gelombang cinta di air hangat selama 20-30 menit.

Kemudian tiriskan biji tersebut dan keringkan memakai kertas koran. Setelah kondisi biji sudah benar-benar kering, cek apakah lapisan jelly masih ada atau tidak. Ulangi tahap ini beberapa kali sampai lapisan jelly-nya hilang semua. Setelah itu, biji gelombang cinta bisa disemai di cocopeat.

CARA KEDUA

Kali ini kita memanfaatkan sphagnum moss sebagai media tanam untuk menyemai biji gelombang cinta. Penggunaan sphagnum moss akan mempermudah Anda dalam memindahkan bibit yang masih kecil nantinya. Bibit lebih gampang dicabut tanpa menimbulkan luka di akarnya sehingga proses adaptasi di media tanam baru dapat berjalan lebih cepat.

Anda bisa memasukkan sphagnum moss ke pot. Setelah itu, media ini dipadatkan dan diratakan. Kemudian buat lubang tanam dalam jarak 5 x 5 cm. Tanamkan biji gelombang cinta di lubang ini, lalu tutup lapisan tipis sphagnum moss di atasnya. Tutuplah wadah penyemaian ini memakai plastik bening. Siram secara berkala untuk menjaga kelembaban media.

CARA KETIGA

Siapkan tray khusus untuk keperluan tempat penyemaian biji. Isilah tray ini dengan media semai yang terdiri dari campuran pakis, sekam bakar, dan cocopeat. Tanamkan biji gelombang cinta di setiap lubang yang tersedia. Setelah itu, Anda dapat memindahkan tray ini di tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari secara langsung.

Rawatlah biji gelombang cinta yang tengah disemai dengan menyirami secara teratur untuk menjaga kelembaban media tanamnya. Anda bisa menyirami media tersebut setiap hari apabila kondisi cuaca sedang panas seperti sekarang. Dalam waktu 2-3 bulan, bibit gelombang cinta yang tumbuh sudah dapat dipindahkan.

CARA KEEMPAT

Kalau di rumah Anda terdapat styrofoam, Anda dapat memanfaatkannya untuk keperluan menyemai biji gelombang cinta. Anda bisa menyiapkan styrofoam dengan ukuran 30 x 50 cm dan berbentuk box. Lalu masukkan media semai berupa akar pakis yang dicincang kasar di bagian dasar dan akar pakis yang halus di atasnya. Tanamkan biji gelombang cinta di media ini dalam jarak 5 x 5 cm. Jangan lupa pasanglah kaca transparan sebagai penutupnya.

Penyiraman bisa dilakukan dengan menyemprotkan air ke biji yang tengah disemai setiap hari dengan membuka kaca penutupnya terlebih dahulu. Frekuensinya cukup 2 hari sekali. Dalam waktu 4-5 hari kemudian, biji gelombang cinta sudah berkembang menjadi kecambah. Lantas Anda bisa menanamkannya di polybag/pot penyemaian.