3 Hama Sawi Putih yang Wajib Diwaspadai

Apa sajakah hama tanaman sawi putih? Sawi putih (Brassica rapa var. pekinensis) adalah tanaman sayuran dalam famili Brassica yang berasal dari daerah beriklim subtropis. Terdapat dua macam sawi putih menurut tipe bentuk dan pertumbuhannya antara lain sawi putih yang bisa membentuk krop, tahan terhadap panas, dan produksinya cepat. Serta sawi putih yang tidak membentuk krop, tahan terhadap dingin, tetapi masa pertumbuhannya agak lambat.

Pemeliharaan terhadap tanaman sawi putih yang ditanam meliputi penyulaman tumbuhan, sanitasi lahan, dan pengairan. Tidak lupa perlu juga dilakukan penanggulangan terhadap hama dan penyakit, baik menggunakan bahan-bahan organik maupun obat-obatan kimia. Tujuannya tentu saja agar tanaman-tanaman sawi putih yang dibudidayakan tetap dalam kondisi sehat dan normal sampai tiba waktunya panen

Ada tiga hama sawi putih yang perlu diwaspadai antara lain :

Hama 1 : Ulat Tanah (Agrotis sp.)

Ulat tanah memiliki warna cokelat hingga cokelat kehitam-hitaman. Ulat ini sangat suka menyerang bibit sawi putih yang baru saja dipindahkan ke lahan ketika malam hari. Ulat ini mampu menggerek pangkal batang tanaman yang masih sangat sukulen sampai putus sehingga bibit tersebut pun mati karena tidak lagi mempunyai titik tumbuh.

Pencegahan terhadap hama ini bisa dikerjakan dengan melakukan sanitasi lahan, khususnya di sekitar parit. Sedangkan pemberantasannya harus dikerjakan sedikit demi sedikit memakai insektisida granul. Caranya taburkan insektisida ini di samping pokok tanaman dengan dosis 0,3-0,4/tanaman atau 6 kg/hektar. Beberapa insektisida granul yang kami maksud contohnya Furadan 3G dan Curater 3G.

Hama 2 : Ulat Grayak (Spodoptera litura dan Spodoptera exigua)

Ulat grayak jenis Spodoptera litura mempunyai ukuran tubuh yang berkisar antara 15-25 mm, warnanya hijau tua kecokelatan, dan berbintik-bintik hitam pada setiap ruas buku badannya. Sementara ulat grayak jenis Spodoptera exigua berwarna hijau sampai hijau muda tanpa adanya bintik-bintik hitam di tubuhnya. Kedua ulat ini hobi sekali memakan daun sawi putih sehingga menyebabkan munculnya lubang-lubang kecil.

Sanitasi lahan yang baik dan pemasangan perangkap kupu-kupu perlu dilaksanakan guna melindungi sawi putih dari serangan hama yang satu ini. Jika tanaman sudah terlanjur terserang ulat grayak, solusinya ialah menyemprotkan insektisida seperti Matador 25 EC, Buldok 25 EC, dan Curacron 500 EC dengan dosis sesuai anjuran.

Hama 3 : Ulat Perusak Daun (Plutella xylostella)

Ulat perusak daun memiliki panjang sekitar 7-10 mm dan berwarna hijau muda. Ulat ini biasanya menyerang tanaman sawi putih secara bergerombol dengan memakan bagian pucuk daun. Serangan yang terlampau parah sampai merusak titik tumbuh tunas dapat mengganggu pertumbuhan tanaman tersebut.

Sanitasi melalui cara penyiangan lahan secara rutin terbukti efektif dapat mencegah serangan ulat perusak daun. Apabila tanda-tanda serangan ulat ini sudah terlihat, Anda dapat memberantasnya menggunakan insektisida meliputi Buldok 25 EC, March 50 EC, Decis 2.5 EC, dan Proclaim 5 SG. Taburkan insektisida di atas sesuai saran yang tertera pada kemasannya.