3 Cara Memanen Buah Durian Langsung dari Pohonnya

Anda mungkin sudah berhasil membudidayakan pohon durian? Kini waktunya untuk memetik hasil jerih payah Anda tersebut akhirnya tiba. Pohon-pohon durian Anda sudah menghasilkan buah yang jumlahnya cukup banyak. Anda pun tidak sabar untuk segera memanennya. Namun bagaimana cara memanen buah durian yang benar? Konon katanya kita tidak boleh memetik buah durian yang masih berada di pohon. Kita harus menunggunya hingga buah tersebut jatuh sendiri. Apakah ini benar?

Untuk mendapatkan buah durian dengan kualitas yang terbaik memang proses memanennya. Buah durian yang sudah jatuh sendiri dari tangkainya, maka dapat dipastikan bahwa kondisi buah tersebut sudah matang. Tapi kenyataannya tidak sedikit petani yang kurang sabar dalam menunggu momen durian runtuh tersebut. Sehingga beberapa orang kemudian memetik buah durian yang masih mentah, lantas memeramnya beberapa waktu dengan harapan supaya buah tersebut menjadi matang.

Di bawah ini macam-macam teknik pemanenan buah durian yang jamak dilakukan oleh petani di Indonesia, antara lain :

Tipe A8 : Memanen Buah Durian yang Mentah

Pengusaha yang mempunyai kebun durian yang begitu luas biasanya akan mengalami kendala saat melakukan pemanenan buah-buahnya. Kendala yang paling besar umumnya terletak pada pengadaan tenaga pemanen. Itu sebabnya, mereka pun terpaksa memanen semua buah yang ada, termasuk buah durian yang masih mentah. Selanjutnya buah durian yang masih mentah ini dapat diperam untuk mematangkannya.

Namun faktanya memeram buah durian tergolong cukup sulit dilakukan. Tidak sedikit petani gagal dalam melakukan pemeraman buah durian yang masih mentah. Kalau pun berhasil tidak bisa sepenuhnya menjadi matang. Beberapa buah tersebut masih tetap mentah atau hanya mengkal saja. Sedangkan buah durian yang berhasil diperam sampai matang mempunyai rasa buah yang tidak terlalu manis, dominan hambar, dan tekstur dagingnya keras.

Tipe A9 : Memanen Buah Durian yang Mengkal

Petani durian di Indonesia umumnya memanen buah durian saat keadaannya sudah mengkal alias hampir matang. Kondisi ini memungkinkan petani dapat melakukan pemanenan secara merata dan peluang keberhasilan pemeraman buah durian semakin besar. Ciri-ciri buah durian yang mengkal yaitu memiliki warna kulit buah cokelat gelap serta tangkai buahnya mengecil dan mulai terlihat sekat putusnya. Memanen buah durian yang sudah mengkal pada dasarnya diperbolehkan sebab buah tersebut sudah memiliki cita rasa dan aroma khas durian yang kuat.

Tipe A10 : Memanen Buah Durian yang Matang

Buah durian yang berkualitas unggul merupakan buah durian yang dipanen saat kondisinya sudah matang sempurna. Atau bahkan buah tersebut sudah jatuh sendiri dari pohonnya. memang sudah menjadi sesuatu yang wajar kalau buah durian yang sudah matang pasti akan jatuh dari pohonnya langsung. Penyebabnya tak lain karena tangkai buahnya sudah mengecil dan melemah sehingga tidak kuat lagi menahan bobot buah durian yang berat.

Akan tetapi, buah durian yang terjatuh dari pohonnya langsung mempunyai risiko akan rusak. Misalnya buah tersebut retak, sebagian kulit buahnya terbuka, atau bahkan buah durian tadi hancur menjadi beberapa bagian. Untuk mencegah risiko ini terjadi, Anda bisa mengikatkan tali rafia pada setiap buah durian. Ikatkan tali mengelilingi buah durian, lalu tambatkan ke cabang yang paling dekat. Sehingga kalau sudah tiba masanya buah durian tersebut terjatuh dari pohon, masih ada tali yang akan menahannya. Buah tersebut masih tetap tergantung di pohon.