Kiat-kiat Budidaya Sawo Jumbo

Apakah Anda berencana untuk membudidayakan sawo jumbo? Sawo (Achras zapota) adalah tanaman buah yang berasal dari famili Sapotaceae. Tanaman ini dipercaya berasal dari Guatemala, Meksiko, dan Hindia Barat. Pohon sawo dapat tumbuh besar dan menghasilkan buah yang banyak. Daunnya pun cukup rimbun sehingga baik dipakai sebagai pohon peneduh.

Di Indonesia, budidaya sawo bertujuan untuk memperoleh buahnya. Buah ini memiliki rasa yang manis dan berair. Berbeda di negara asalnya, pohon sawo umumnya diambil getahnya sebagai bahan baku permen karet. Kayu pohon sawo juga memiliki kekuatan yang cukup bagus sehingga banyak digunakan sebagai bahan bangunan.

cara-budidaya-sawo.jpg

Salah satu varietas unggul dari tanaman sawo ialah sawo jumbo. Anda pasti sudah bisa menebak kalau kelebihan dari sawo jumbo yaitu buahnya yang berukuran besar. Jumlah buah yang dihasilkan oleh pohon ini pun lebih banyak daripada pohon-pohon sawo biasa. Maka tak heran, para petani pun mulai banyak yang melirik pohon sawo jumbo untuk dibudidayakan di lahannya.

Pembuatan Bibit

Sawo jumbo berasal dari Australia dan Malaysia. Untuk mendapatkan bibit sawo jumbo yang baik, disarankan untuk membuatnya melalui teknik okulasi. Anda bisa menyiapkan bibit sawo yang ditumbuhkan dari biji dan tinggi minimalnya 15 cm sebagai batang bawah. Siapkan pula batang atas (entres) dari sawo australia sepanjang 5-15 cm. Lakukan proses okulasi pada kedua batang ini. Kemudian bibit yang telah ditempelkan tersebut bisa Anda pindahkan ke dalam polybag yang berukuran 30 x 30 cm.

Media tanam yang digunakan ialah tanah lempung, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 atau 2:1:1. Letakkan polybag di tempat yang terbuka sehingga bisa mendapatkan sinar matahari selama 6-8 jam/hari. Penyiraman cukup dilakukan sekali sehari pada waktu pagi untuk mencegah akar tanaman membusuk. Untuk mempercepat pertumbuhan bibit tanaman, Anda bisa memberikan pupuk kandang, pupuk bio organik cair super, dan vitamin B1 cair.

Penanaman Bibit

Bibit sawo jumbo dibiarkan berada di dalam polybag hingga berusia 1 tahun dan tingginya mencapai 80-100 cm. Pemindahan bibit bisa dilakukan setelah tingginya lebih dari 1 meter sehingga daya tahannya sudah bagus. Sebelum bibit ditanamkan, Anda bisa menyiapkan lubang tanam terlebih dahulu yang berukuran 50 x 50 x 80 cm. Kemudian masukkan pupuk kandang setebal 30 cm ke dalam lubang tersebut. Biarkan lubang ini selama seminggu agar menjadi subur.

Proses penanaman bibit sawo jumbo sebaiknya dilaksanakan pada pagi hari. Proses ini dimulai dengan merobek polybag yang membungkus akar bibit, lalu menanamkan bibit tersebut sesegera mungkin ke dalam lubang tanam. Setelah itu, timbun lubang menggunakan tanah di sekitarnya dan padatkan dengan tekanan perlahan. Untuk menahan posisi bibit supaya tidak gampang roboh dihembus angin, Anda bisa memasang ajir di sampingnya.

Pemeliharaan Tanaman

Pada dasarnya, langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memelihara pohon sawo sama seperti pohon kebanyakan. Anda perlu menyiangi gulma secara berkala agar pertumbuhan sawo jumbo tidak terganggu. Berikan pula pupuk tambahan setiap sebulan sekali untuk memacu tingkat pertumbuhannya. Apabila tanaman terserang hama atau penyakit, Anda bisa menggunakan obat-obatan kimia yang sesuai untuk mengatasinya. Jika dirawat dengan benar, tanaman sawo jumbo akan menghasilkan buah pada saat usianya sudah mencapai 1 tahun sejak penanaman di lahan.