Dosis dan Jadwal Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit

Pemupukan pada kelapa sawit begitu penting dilakukan karena menyangkut produktivitas tanaman. Pupuk menyediakan unsur hara dan bahan organik yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Tanpa nutrisi yang memadai, kelapa sawit akan mengalami gangguan dalam pertumbuhannya. Gejala-gejala tanaman yang tidak tumbuh dengan baik pun bakal terlihat. Efeknya yaitu tanaman tak akan mampu menghasilkan buah secara optimal.

Pemberian pupuk kepada tanaman kelapa sawit harus dilaksanakan secara tepat. Dosis serta jadwal pemberiannya wajib memperhatikan aturan yang berlaku. Anda tidak boleh memberi pupuk secara berlebihan, atau pun terlalu sedikit. Dengan memberikan pupuk dalam jumlah yang tepat, tanaman akan tumbuh secara normal di setiap fase kehidupannya. Hal ini akan terus berlanjut sampai tanaman kelapa sawit mulai menghasilkan buah-buah yang segar.

pemupukan-kelapa-sawit.jpg

Walaupun kelapa sawit termasuk jenis tanaman yang keras, namun tanaman ini tetap butuh pupuk sebagai sumber nutrisinya. Pemupukan harus dilakukan secara tepat, tidak boleh asal-asalan, dan tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan. Agar nutrisi di dalam pupuk, cepat meresap ke dalam tanah, pemupukan dapat dilaksanakan pada awal atau akhir musim penghujan. Hindari memberi pupuk ketika sedang musim hujan deras.

Pupuk yang baik dapat meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki tingkat keasaman (pH) tanah, dan merangsang pertumbuhan akar tanaman. Frekuensi pemupukan dapat dilakukan sebanyak 2-3 kali/tahun tergantung kondisi lahan, jumlah pupuk, umur tanaman, dan kondisi tanaman di lahan. Pohon kelapa sawit yang ditanam di lahan gambut atau lahan berpasir membutuhkan dosis pupuk yang lebih banyak. Pemupukan harus tetap memperhatikan segi ekonomi.

Dosis pemberian pupuk pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan akan kami sajikan pada tabel di bawah ini!

Umur (bulan)Dosis (kg/pohon)
ZA/UreaRPMOPKieserite
Saat Tanam

1

3

5

8

12

0,10

0,25

0,25

0,25

0,50

0,50

0,50

0,75

0,15

0,35

0,35

0,10

0,15

0,25

Jumlah TBM 11351,751,000,70
16

20

24

0,50

0,50

0,50

1,00

0,50

0,50

0,75

0,50

0,50

0,50

Jumlah TBM 21,501,001,751,50
28

32

0,75

0,75

1,00

0,75

1,00

0,75

0,75

Jumlah TBM 31,501,001,751,50
Total4,353,754,503,70

Sedangkan pupuk yang perlu diberikan kepada tanaman kelapa sawit menghasilkan di antaranya :

PemupukanDosis (kg/pohon)
(Aplikasi)Urea/ZARP/TSPMOPKieserite
Semester 1

Semester 2

1,00

1,00

1,50

1,50

0,75

1,00

0,50

0,75

0,75

0,75

0,50

0,75

Jumlah2,003,001,751,251,501,25

Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan sistem tebar atau pun sistem tanam. Jika memakai sistem tebar, pupuk ditebarkan di pinggir piringan antara jarak 0,5 m pada tanaman muda, dan sekitar 1-2,4 m pada tanaman dewasa. Sementara itu pada sistem tanam, pupuk ditanamkan ke dalam lubang sebanyak 4-6 buah yang terletak di piringan. Kemudian lubang tersebut ditutup kembali supaya pupuk terlindung di dalam tanah, tidak mudah hilang, dan cepat terserap.

Proses pemupukan sebaiknya dilaksanakan pada awal musim penghujan, di mana curah hujan masih cukup kecil dengan intensitas lebih dari 60 mm/bulan. Pemupukan perlu ditunda kalau curah hujan kurang dari 60 mm/bulan. Usahakan pemberian pupuk dolomit dan RP (Rock Phosphat) dilaksanakan pertama kali untuk memperbaiki tingkat keasaman (pH) tanah serta merangsang perakaran pada tanaman. Kemudian diikuti dengan pemberian Urea/ZA dan MOP.

Adapun jarak waktu antara penaburan dolomit/RP dengan urea/ZA minimal adalah 2 minggu. Seluruh pupuk di atas diaplikasikan dalam kurun waktu 2 bulan. Pemupukan dapat dihentikan untuk sementara waktu apabila dalam waktu 7 hari berturut-turut tidak terjadi hujan. Kemudian proses pemupukan ini bisa dilanjutkan lagi jika terdapat minimal 2 hari hujan dengan curah hujan mencapai 25 mm. Atau 1 hari hujan dengan curah hujan 50 mm dalam kurun waktu 7 hari berturut-turut..