Cara Suntik Tanaman agar Cepat Berbuah

Anda mungkin senang menanam tumbuh-tumbuhan yang dapat menghasilkan buah? Memang sangat menguntungkan jika kita memiliki tanaman berbuah di pekarangan rumah. Khususnya saat tanaman tersebut sedang menghasilkan buah menjadi musim yang paling menyenangkan. Apalagi selain Anda sekeluarga berkesempatan untuk memanen buah-buah ini langsung dari pohonnya. Setelah itu, Anda pun dapat menikmati buah tersebut sepuas hati.

Cuma masalahnya kadang-kadang bibit tanaman yang kita tanam dan dirawat dengan sepenuh hati tidak berkembang seperti yang kita mau. Contohnya saja adalah tanaman yang mengalami keterlambatan dalam pertumbuhannya atau tanaman yang tidak mendapatkan asupan nutrisi secara optimal. Selain itu, hama dan penyakit juga terus mengintai kesehatan tanaman setiap saat. Dampaknya yaitu tanaman tidak menghasilkan buah kendati sudah waktunya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk merangsang tanaman agar cepat menghasilkan buah yaitu Anda bisa menyuntikkan cairan berisi zat perangsang tumbuh (ZPT). ZPT ini dengan cepat akan membuat tanaman buah terpicu untuk menghasilkan bunga sebagai bakal dari buah. Jika ada tanaman milik Anda yang tidak kunjung berbuah, Anda bisa mengambil langkah ini. Tidak ada salahnya mencobanya supaya tanaman Anda segera menghasilkan buah.

cara-menyuntik-tanaman.jpg

Alat dan Bahan :

  • Bor listrik
  • Mata bor ukuran 1 cm
  • Pupuk NPK
  • ZPT giberelin
  • Suntikan
  • Styrofoam

Langkah-langkah :

  1. Lakukan pengecekan dengan seksama terlebih dahulu mengenai kondisi tanaman secara keseluruhan. Perhatikan dengan baik kondisi tajuk tanaman tersebut. Pastikan tanaman dalam keadaan sehat dan tumbuh subur. Waktu yang paling tepat untuk menyuntikkan ZPT yaitu ketika sudah tidak ada daun baru yang tumbuh lagi.
  2. Buatlah lubang di bagian pangkal batang tanaman menggunakan mesin bor listrik. Anda bisa memakai mata bor yang berukuran 1 cm. Lubangi pangkal batang tersebut hingga kedalamannya mencapai sepertiga dari total ukuran batang tanaman. Usahakan posisi lubang pengeboran ini dibuat miring ke bawah sekitar 45 derajat.
  3. Buatlah cairan perangsang tanaman yang terbuat dari campuran pupuk NPK dan ZPT yang mengandung hormon giberelin dengan perbandingan yang sama. Nantinya Anda hanya membutuhkan 10 cc cairan perangsang ini untuk setiap tanaman. Dosis ini sudah cukup untuk membuat tanaman cepat menghasilkan buah.
  4. Siapkan suntikan yang masih baru. Jangan pernah menggunakan suntikan bekas sebab dikhawatirkan mengandung bibit penyakit di dalamnya. Sebelum digunakan, suntikan ini wajib direndam di air panas supaya steril. Masukkan cairan perangsang tanaman sebanyak 10 cc ke dalam suntikan. Lalu suntikkan cairan ini ke tanaman melalui lubang yang telah dibuat sebelumnya.
  5. Siapkan styrofoam yang bersih. Potonglah styrofoam ini dengan bentuk dan ukuran yang sama seperti lubang pada tanaman. Selanjutnya potongan styrofoam ini bisa kita gunakan untuk menyumbat atau menutupi lubang suntikan pada tanaman agar tidak terkontaminasi oleh bakteri atau cendawan.
  6. Jika cairan perangsang tanaman bekerja dengan baik, maka pohon akan menghasilkan bunga dalam waktu sebulan kemudian. Langkah berikutnya, Anda bisa memberikan pupuk kandang sebanyak 125 kg/tanaman untuk menyuburkannya. Pupuk kandang ini ditimbun ke dalam tanah mengelilingi batang tanaman. Setelah itu, Anda bisa menyiraminya agar nutrisi pada pupuk cepat meresap ke dalam tanah.

Selama tanaman menghasilkan bunga, Anda harus benar-benar merawatnya dengan baik. Dalam tahap ini, tanaman membutuhkan air dan unsur hara yang lebih banyak daripada biasanya. Apabila kebutuhannya tidak terpenuhi, dampaknya pada bunga-bunga serta bakal buah yang berguguran. Jadi dibutuhkan usaha yang ekstra dalam merawat tanaman yang sedang berbunga kalau Anda ingin hasil buahnya pun melimpah.

Untuk efisiensi dan efektivitas kerja, Anda bisa menyirami dan memupuki tanaman tersebut menggunakan metode infus. Anda hanya perlu menyediakan drum dengan kapasitas sekitar 200 liter. Isilah drum ini dengan air hingga mencapai 2/3 dari total volumenya. Lalu tambahkan 1 kg pupuk kandang, 33 gram pupuk NPK, dan 17 gram KNO3. Lubangi bagian bawah drum ini menggunakan paku. Nantinya cairan pupuk akan mengalir sedikit demi sedikit melalui lubang tersebut. Cairan ini biasanya akan habis dalam kurun waktu 2 hari. Ulangi pemberian pupuk sampai masa panen.