Cara Stek Batang Tin yang Benar

Tanaman tin bisa diperbanyak melalui beragam cara. Salah satunya adalah stek batang. Stek batang pada tanaman tin pada dasarnya dilakukan dengan menanam batang tin yang sudah cukup tua di media tanam yang sesuai. Kemudian Anda bisa merawat batang tersebut sampai tumbuh subur. Upaya perbanyakan melalui stek batang yang Anda lakukan dikatakan berhasil manakala batang tersebut menumbuhkan tunas daun baru.

Metode stek batang untuk memperbanyak tanaman memang mempunyai kelebihan serta kekurangan tersendiri. Kelebihannya ialah metode ini sangat mudah dilakukan dan tidak perlu keterampilan yang tinggi. Tanaman juga akan langsung berukuran tinggi dan besar, tak seperti penanaman dari biji yang membutuhkan waktu lama. Tetapi sayangnya bibit tin yang berasal dari stek batang ini umumnya sulit menghasilkan buah.

cara-stek-batang-tin.jpg

Jadi sebelum Anda membuat bibit tin dari stek batang, Anda harus memperhatikan risiko ini baik-baik terlebih dahulu. Jika sudah yakin dengan pilihan tersebut, silakan Anda bisa langsung mengerjakannya dengan mengikuti panduan di bawah ini!

Alat dan Bahan :

  • Tanaman tin
  • Pisau
  • Media tanam
  • Cetok
  • Polybag
  • Zat perangsang tumbuh
  • Fungisida

Langkah-langkah :

  1. Pilih cabang dari pohon tin yang kondisinya sudah cukup tua dan berwarna cokelat gelap. Potong cabang tersebut menjadi beberapa bagian sepanjang 10-15 cm/potong.
  2. Rapikan potongan cabang tanaman tin ini dari ranting dan daun. Gunakan pisau yang sudah steril. Pemangkasan ini bertujuan untuk mengurangi tingkat penguapan.
  3. Larutkan zat perangsang tumbuh dengan air secukupnya. Kemudian celupkan setengah bagian potongan cabang ke larutan ini selama 30-45 menit untuk merangsang pertumbuhannya.
  4. Potongan cabang tanaman tin kemudian dicelupkan ke dalam larutan fungisida selama 3-5 menit. Tujuannya untuk mencegah pembusukan akibat serangan cendawan.
  5. Siapkan media tanam yang subur dan gembur. Untuk keperluan stek batang tanaman, Anda bisa mencampurkan tanah, pupuk kompos, dan sekam dengan perbandingan 2:1:1.
  6. Tanamkan potongan cabang tin ke dalam media tanam hingga sedalam 5-8 cm. Lalu siram secukupnya untuk meningkatkan kelembaban media tanam tersebut.
  7. Letakkan polybag yang berisi media tanam stek batang tin di tempat yang teduh. Jangan langsung meletakkannya di tempat terbuka sebab cabang bisa terbakar.
  8. Kalau tumbuh normal, seharusnya cabang tin ini akan menghasilkan tunas daun ketika usianya mencapai 2-3 minggu. Anda harus terus merawatnya.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat stek batang tin agar berhasil, di antaranya :

  • Usahakan Anda memadatkan tanah di sekeliling batang ketika pertama kali ditanam dengan jarak sekitar 1-2 cm. Hal ini dilakukan supaya batang tersebut dapat berdiri kokoh, tidak mudah goyah, dan perakarannya cepat tumbuh.
  • Kenyataannya adalah saat tunas baru tumbuh dari batang yang distek, ternyata bagian akarnya sama sekali belum tumbuh. Jadi Anda tidak boleh langsung memindahkannya ke tempat yang baru.
  • Akar mulai tumbuh setelah daun pertama keluar dengan sempurna. Akar ini berukuran antara 5-10 mm. Ini merupakan kondisi yang sangat rawan, di mana akar muda tadi rentan patah sehingga posisi batang tidak boleh goyah
  • Bibit tin yang dibuat menggunakan teknik stek batang baru dikatakan aman setelah usianya mencapai 2 minggu setelah keluarnya daun pertama. Pada usia ini, ukuran akar sudah cukup panjang sekitar 5-10 cm dan kondisinya cukup kuat.
  • Batang sebaiknya tetap disungkup di rentang fase keluar daun pertama sampai umur 2 minggu untuk menghindari dehidrasi. Barulah setelah 2 minggu berlalu, sungkup bisa dilepaskan namun batang stek tetap harus diletakkan di tempat teduh.
  • Bibit hasil stek batang bisa dipindahkan ke media tanam terakhir setelah usianya mencapai 1 bulan. Pada usia tersebut, bibit tin sudah memenuhi media pembuatan stek sehingga perlu dipindahkan ke media lain yang lebih luas.