Cara Stek Batang Tanaman Buah Naga

Buah naga merupakan tumbuhan eksotis yang kini banyak dibudidayakan di Indonesia. Tujuan utamanya tidak lain untuk mendapatkan buahnya. Harga buah naga di pasar lumayan mahal sebab persediaannya masih sedikit, sedangkan peminatnya sendiri begitu banyak. Rasa buah ini mirip seperti perpaduan antara ketela, semangka, dan stroberi. Biasanya buah naga diolah menjadi makanan ringan atau minuman yang menyegarkan.

Anda mungkin tertarik untuk membudidayakan buah naga? Dikenal 3 jenis buah naga menurut warnanya yaitu merah, putih, dan kuning. Kalau dibandingkan buah naga berwarna putih dan kuning, buah naga merah memiliki peminat yang lebih banyak. Cita rasa buahnya sih sama saja antara buah naga merah, putih, dan kuning. Mungkin karena buah naga berwarna merah lebih menarik dipandang, maka lebih banyak orang yang menyukainya.

stek-batang-buah-naga.jpg

Sebenarnya tanaman buah naga masih termasuk dalam keluarga kaktus-kaktusan. Cuma buah dari kaktus naga ini memang dapat dikonsumsi serta memiliki rasa yang nikmat. Beberapa jenis buah kaktus yang lainnya pun ada yang bisa dimakan. Akan tetapi, pamornya tak setenar buah naga ini. Karena masih termasuk kaktus, tanaman buah naga dapat dikembangbiakkan dengan mudah. Anda pun bisa menanamnya dengan metode stek batang.

Alat dan Bahan :

  • Cutting buah naga
  • Tanah kebun
  • Sekam padi
  • Pasir
  • Pupuk kandang
  • Ayakan
  • Polybag

Langkah-langkah :

  1. Cutting buah naga yang kami maksud di sini adalah potongan-potongan batang buah naga yang bisa digunakan sebagai bibit. Potonglah batang tersebut menjadi beberapa bagian sepanjang 15-20 cm. Gunakan pisau yang tajam dan bersih saat memotongnya.
  2. Jika Anda belum mempunyai tanaman buah naga, Anda bisa membeli bibitnya di toko kami yang beralamat di www.tokotanaman.com. Kami menyediakan aneka cutting buah naga berbagai varian dengan harga yang murah.
  3. Siapkan media tanam yang digunakan untuk menanam cutting stek buah naga. Anda dapat memakai tanah kebun sebagai media utamanya. Jangan lupa bersihkan tanah ini terlebih dahulu dengan mengayaknya memakai saringan.
  4. Tanah yang sudah bersih lantas dicampur dengan pupuk kandang, sekam padi, dan pasir. Perlu Anda ketahui, buah naga menghendaki media tanam yang subur tapi tidak terlalu basah. Anda harus membuat media tanam yang porous.
  5. Media tanam yang sudah jadi lantas dimasukkan ke dalam polybag. Gunakan polybag ukuran kecil yang biasa dipakai untuk keperluan pembibitan. Masukan media tanam ke dalam polybag ini sampai terisi setengah bagian volumenya.
  6. Tanamkan batang tanaman buah naga ke dalam polybag. Tahan posisinya agar dapat berdiri dengan tegak. Lalu masukkan lagi media tanam ke polybag sampai terisi penuh. Ulangi pekerjaan ini sampai seluruh bibit yang Anda miliki berhasil ditanam.
  7. Polybag-polybag yang berisi bibit buah naga lantas dipindahkan ke tempat khusus penyemaian. Anda perlu memasang naungan di atasnya agar kondisi tempat tersebut menjadi teduh. Untuk skala kecil, Anda juga bisa meletakkan bibit di teras rumah.
  8. Rawatlah bibit buah naga yang sudah Anda tanam dengan sebaik-baiknya. Perawatan yang paling utama yaitu menyirami tanaman secukupnya saja dengan memperhatikan kelembaban media tanam. Anda cukup menyirami setiap 5-7 hari saja.
  9. Dalam kurun waktu 2-3 minggu, setiap cutting buah naga yang Anda tanam akan menumbuhkan batang baru di atasnya. Apabila ditemukan adanya serangan hama kutu, lakukan penyemprotan memakai insektisida yang tepat.
  10. Tanaman buah naga akan tumbuh cukup besar setelah 3 bulan kemudian. Tanaman tersebut sudah mempunyai cukup banyak batang. Daya tahannya pun sudah kuat. Jadi Anda pun sudah dapat memindahkannya ke kebun.