Cara Mudah Membuat Bonsai Kelapa Bercabang Dua

Siapa nih yang suka banget dengan tanaman bonsai? Anda mungkin termasuk salah satu orang yang begitu mencintai bonsai? Tumbuhan bonsai memang memiliki kandungan nilai seni yang sangat tinggi. Cobalah sekali-kali Anda membuat tanaman bonsai sendiri. Prosesnya membuat bonsai ini memang lumayan sulit, membutuhkan keterampilan tinggi, dan waktunya pun tidak sebentar. Namun Anda akan merasa puas dengan hasil akhirnya.

Anda bisa memulai membuat bonsai dari tanaman kelapa. Prosesnya mudah banget kok. Kalau mau yang lebih menarik sih Anda bisa membuat bonsai kelapa yang mempunyai cabang. Nah, ini baru unik dan aneh. Biasanya pohon kelapa tumbuh tegak lurus ke atas dan hanya memiliki satu batang saja. Akan tetapi bakal menjadi suatu keanehan apabila tanaman kelapa tersebut mempunyai cabang, Terlebih bentuk tanamannya berupa bonsai lagi.

membuat-bonsai-kelapa-bercabang.jpg

Bagi Anda yang tertarik untuk membuat bonsai kelapa yang memiliki cabang dua, silakan Anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini!

Alat dan Bahan :

  • Buah kelapa
  • Pot
  • Sari semut

Langkah-langkah :

  1. Siapkan Buah Kelapa yang Sudah Tua

Hanya buah kelapa yang sudah tua saja yang bisa ditanam menjadi bibit. Sedangkan buah kelapa yang masih mudah sulit tumbuh menjadi bibit. Ciri-ciri buah kelapa yang sudah tua yaitu warna kulitnya cokelat gelap, tekstur kulitnya sangat kasar, kulitnya kusam dan tidak mengkilap, serta buahnya terasa kasar. Selain memetiknya langsung dari pohon, Anda juga bisa menggunakan buah kelapa yang jatuh sendiri dari pohonnya.

  1. Semai Buah Kelapa sampai Tumbuh

Diperlukan upaya penyemaian agar buah kelapa menumbuhkan tunas daun dan akar. Mulailah dengan mengupas lapisan kulit dan sabut kelapa menggunakan pisau. Hati-hati jangan sampai melukai bagian batok kelapanya atau bahkan memecahkannya. Kemudian Anda bisa mengikat buah kelapa tersebut. Letakkan buah ini di tempat yang lembab. Untuk menjaga kelembabannya, celupkan buah tersebut di air bersih setiap hari. Lama-kelamaan akan tumbuh daun dari buah ini.

  1. Tanamkan di Media Tanam yang Tepat

Bonsai tanaman kelapa bisa Anda tanamkan di pot setelah mempunyai kuncup tunas daun. Sebelumnya Anda masukkan media tanam ke pot tersebut. Dimulai dari bagian paling dasar yaitu batu kerikil, pasir, tanah berhumus, dan tanah biasa. Hati-hati saat menanamkan buah kelapa yang telah mempunyai tunas tersebut. Usahakan seluruh bagian buah kelapa ini Anda tanamkan ke dalam media tanam.

  1. Berikan Rangsangan dengan Sari Semut

Rahasia untuk membuat pohon kelapa memiliki cabang yaitu sari semut. Air sari semut dapat merangsang tumbuhnya cabang baru pada tanaman. Anda bisa memperoleh air sari semut ini di www.tokotanaman.com. Kalau mau, Anda juga dapat membuatnya sendiri. Caranya yaitu Anda tumbuk semut hitam sampai halus. Tambahkan air sedikit saja. Aduklah biar tercampur rata. Lalu saringlah menggunakan saringan halus sampai. Air hasil saringan ini bisa Anda manfaatkan untuk merangsang tumbuhnya cabang.

  1. Rawatlah Tanaman dengan Baik

Sari zat semut lantas bisa Anda siramkan tepat ke arah tunas kelapa. Dosis yang kami anjurkan yaitu 20 tetes air dicampur dengan 1 tetes sari semut. Lakukan penyiraman setiap 3 hari sekali selama 1 bulan. Rangsangan yang Anda berikan dianggap berhasil manakala terjadi perubahan dalam pertumbuhan bonsai kelapa. Pertumbuhannya menjadi jelek, tidak teratur, tidak wajar, dan seperti tanaman yang sakit. Setelah itu, tanaman bisa dibersihkan. Nantinya akan tumbuh tunas cabang baru. Rawatlah dengan hati-hati sebab tunas ini mudah patah.

  1. Perawatan Lanjutan Terhadap Bonsai

Tunas kelapa yang mulai tumbuh harus segera dibelah sebagai perlakuan dasarnya. Lalu daun yang baru tumbuh tersebut disisir atau dibelah supaya mengembang. Hal ini berguna untuk memaksimalkan penyerapan sinar matahari dan mencegah daun menjadi layu. Bonsai kelapa perlu disiram 2 kali/hari pada pagi dan sore. Pemupukan juga harus rutin dilakukan setiap 15 hari sekali agar tanah di pot tetap gembur. Anda pun perlu menyemprotkan insektisida secara rutin untuk mencegah serangan hama.