Cara Merawat Kelapa Sawit agar Tumbuh Subur

Tanaman kelapa sawit banyak dibudidayakan oleh petani kita. Bahkan kini Indonesia tercatat sebagai negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Banyak petani yang tertarik memelihara kelapa sawit karena tergiur dengan keuntungannya. Laba yang bisa didapat dari budidaya kelapa sawit memang sangat besar. Laba ini akan terus-menerus Anda peroleh sebab pohon kelapa sawit menghasilkan buah sepanjang tahun.

Namun tentu saja jumlah buah sawit yang mampu dihasilkan oleh tanaman kelapa sawit tergantung kondisi dan kesuburannya. Bukan tidak mungkin tanaman yang sangat subur mampu berbuah dalam jumlah yang banyak. Pada akhirnya Anda sendiri sebagai petani yang akan diuntungkan dengan banyaknya buah-buah kelapa sawit ini. Lantas, bagaimana caranya agar kelapa sawit tumbuh subur? Kuncinya adalah terletak pada perawatannya.

cara-merawat-kelapa-sawit.jpg

Tanaman kelapa sawit akan tumbuh subur apabila ditanam di lahan yang tepat. Tanaman ini sebaiknya ditanam di daerah tropis seperti Indonesia, Malaysia, Brazil, dan India. Suhu minimal yang baik sekitar 22-24 derajat celsius dengan suhu maksimal mencapai 30-33 derajat celsius. Pohon kelapa sawit membutuhkan sinar matahari paling tidak 5-6 jam per hari dengan tingkat kelembaban 80%. Sedangkan curah hujan yang dikehendakinya yaitu 2400-4000 mm per tahun.

Irigasi

Kelapa sawit membutuhkan air dalam jumlah yang cukup besar karena laju pertumbuhannya terbilang cepat dan menghasilkan biomassa yang tinggi. Anda sebaiknya tidak menanamnya di daerah yang kering. Kelapa sawit harus ditanam di lahan yang air tanahnya terjamin. Setiap pohon kelapa sawit memerlukan air paling tidak 200 liter per hari. Kebutuhan air ini akan mengalami peningkatan saat musim kemarau. Saluran irigasi diperlukan untuk mempermudah Anda mengelola air di lahan.

Mulsa

Petani kelapa sawit menggunakan mulsa untuk mempertahankan kelembaban tanah serta mengendalikan pertumbuhan gulma di lahan. Mulsa ini begitu penting dalam mendukung kesuburan tanaman. Umumnya bahan yang dipakai untuk mulsa berupa daun kering, sabut kelapa, bunga sawit jantan, atau tandan kosong. Mulsa disebar di lahan, khususnya bagian pangkal kelapa sawit supaya kelembabannya tetap terjaga dengan baik.

Gulma

Di mana saja ada lahan kosong pasti akan ada gulma yang tumbuh. Begitu pula di lahan kelapa sawit yang notabene banyak memiliki lahan yang kosong. Gulma harus diberantas sampai ke akarnya supaya tidak menjadi pesaing bagi tanaman kelapa sawit dalam memperoleh nutrisi, air, dan sinar matahari. Penyiangan secara manual dapat dilakukan. Namun untuk mengatasi gulma yang sudah tumbuh subur, Anda bisa memakai herbisida. Anda bisa menggunakan Glyphosate 700-750 ml/ha/tahun atau 17 ml/tanaman. Anda juga bisa memakai Paraquat yang dicampur Atrazine, Diuron, dan Monuron. Semprotkan herbisida ini sebanyak 2 kali/tahun.

Pupuk

Kelapa sawit membutuhkan asupan nutrisi mikro, makro, dan sekunder yang seimbang. Nutrisi tersebut juga harus memadai untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman. Dalam budidaya kelapa sawit, pupuk diberikan setiap 3 bulan sekali. Begitu pula dengan bibit kelapa sawit yang baru ditanam, pemupukan susulan pertama dilakukan pada waktu 3 bulan setelah tanam. Pupuk ini diaplikasikan ke tanaman menggunakan garpu kebun dengan jarak 40-50 cm dari batang tanaman. Jangan lupa menyiram tanaman setelah memberikan pupuk. Detail pemberian pupuk akan kami ulas secara lengkap pada artikel yang terpisah.

Hama dan Penyakit

Anda harus waspada terhadap serangan hama dan penyakit yang bisa menerang tanaman kelapa sawit kapan saja. Serangan hama/penyakit ini sangat ganas. Dampaknya bermacam-macam. Mulai dari pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal, tanaman tiba-tiba layu, sampai kematian tanaman yang terjadi secara mendadak. Itu sebabnya, Anda harus memantau kondisi tanaman dengan teratur. Segera lakukan upaya pengendalian apabila terlihat adanya gejala-gejala awal serangan hama/penyakit ini.