Cara Merawat Bunga Potong agar Tetap Segar

Kalau Anda ingin menikmati keindahan bunga secara instan, Anda bisa membeli bunga potong. Bunga ini berupa bunga asli yang dipotong pada bagian tangkainya. Keindahan bunga potong terpancar dari kombinasi antara bunga dan tangkainya yang menyatu secara harmonis. Berbeda dengan bunga artifisial yang merupakan bunga palsu alias bunga tiruan, bunga potong adalah bunga asli. Jadi pesonanya jauh lebih indah karena benar-benar alami.

Tapi keindahan bunga potong tidak abadi. Cepat atau lambat bunga tersebut pasti akan layu. Hal ini lumrah terjadi sebab setelah dipotong, bunga tersebut sama sekali tidak mendapatkan nutrisi dan air. Bunga potong yang telah layu tentu tidak akan terlihat menarik lagi. Namun sebenarnya Anda bisa kok membuat usia bunga ini lebih lama. Caranya yaitu memberi perawatan sedemikian rupa supaya bunga potong tersebut bisa tetap segar.

cara-merawat-bunga-potong.jpg

Anda bisa melakukan pulsing untuk menjaga bunga potong agar tetap segar. Pulsing adalah suatu teknik untuk memberikan bekal nutrisi cadangan dan mencegah serangan mikroorganisme penyumbat pembuluh tangkai. Pulsing wajib dilakukan terhadap semua bunga potong, tidak terbatas untuk bunga anggrek saja. Berkat upaya perlakuan teknik pulsing ini, maka kesegaran bunga-bunga potong akan meningkat berlipat ganda.

Teknik pulsing dilakukan dengan mencelupkan tangkai bunga potong sedalam 4-5 cm ke dalam larutan nutrisi selama 16 jam di ruangan sejuk yang memiliki suhu rata-rata 21 derajat celsius. Tujuan utama pulsing yaitu memberi bekal nutrisi cadangan kepada bunga potong sekaligus melindungi tangkai bunga potong dari serangan mikroorganisme penyumbat pembuluh tangkai yang bisa mengakibatkan terjadinya pembusukan.

Larutan nutrisi untuk keperluan pulsing dibuat dari campuran bahan-bahan yang meliputi sukrosa sebanyak 50 gram/liter, perak nitrat sebanyak 25 ppm, dan asam sitrat sebanyak 200 ppm. Untuk menghemat biaya, Anda bisa mengganti sukrosa dengan gula pasir biasa. Adapun komposisi bahan jika memakai gula pasir yaitu 5 persen gula pasir, 25 ppm perak nitrat, serta 200 ppm asam sitrat.

Penggunaan gula pasir akan menekan biaya pembuatan larutan nutrisi untuk bunga potong secara signifikan. Jika menggunakan gula pasir, maka biaya yang dibutuhkan adalah Rp 622,96 per liter larutan atau Rp 10,30 per tangkai bunga. Biaya ini jauh lebih murah jika dibandingkan pemakaian sukrosa murni yang mencapai Rp 20.313,96 per liter larutan. Penggunaan larutan nutrisi ini sudah terbukti dapat memperpanjang usia kesegaran bunga potong.