Cara Merawat Anggrek Bulan agar Rajin Berbunga

Bagaimana cara merawat anggrek bulan agar rajin berbunga? Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) adalalah salah satu jenis tanaman anggrek yang dikenal memiliki bunga indah sekali. Warnanya mulai dari putih, pink, kuning, merah, ungu, hingga kecokelat-cokelatan. Ukuran kelopaknya yang cukup lebar juga memungkinkan siapa pun bisa menikmati keindahan bunga ini dengan leluasa.

Secara alami, tanaman anggrek bulan hidup di daerah yang memiliki ketinggian antara 100-600 m di atas permukaan laut. Di tempat ini, suhu udaranya berkisar antara 12-25 derajat celsius dengan tingkat kelembapan sekitar 65-70 persen. Asal tahu, anggrek bulan juga tidak menyukai daerah yang terlalu basah.

cara-merawat-anggrek-bulan.jpg

Supaya anggrek bulan yang Anda pelihara dapat berbunga terus-menerus, ikuti kiat-kiat rahasianya berikut ini :

Kiat I : Pemeliharaan Bibit Selama Tiga Bulan Pertama

Media tanam yang digunakan sebagai tempat pertumbuhan anggrek bulan sebaiknya dilengkapi dengan trey. Tujuannya agar media tanam tersebut mudah dipindah-pindahkan dari tempat teduh ke tempat yang bisa mendapatkan sinar matahari dan sebaliknya. Perawatan pada tiga bulan awal bisa dilakukan dengan menyiram tanaman secara rutin memakai gromor untuk merangsang pertumbuhan vegetatif. Dosis yang digunakan sebanyak setengah sendok teh gromor dicampurkan dengan satu liter air bersih ber-pH netral.

Agar tidak merusak akar tanaman, penyiraman anggrek bulan dengan memanfaatkan botol spray. Bagian tanaman yang perlu disiram adalah daun, bukan akarnya sehingga proses dapat berlangsung efektif dan minim risiko. Penyiraman dilakukan dengan frekuensi tiga hari sekali selama tiga bulan berturut-turut. Anggrek bulan yang sudah memiliki sistem perakaran yang banyak dan rapat harus segera dipindahkan ke pot transparan yang berdiameter sekitar 15-20 cm.

Kiat II : Pemberian Pupuk yang Berimbang

Pemberian pupuk susulan dilaksanakan pada enam bulan setelah penanaman atau ketika anggrek sudah beradaptasi dengan media tanam barunya selama tiga bulan. Biasanya pupuk yang diberikan pada tahap ini berupa dekastar 22-6-4 dengan dosis pemberian sebanyak setengah sendok teh per tanaman. Perlu diketahui, dekastar merupakan pupuk yang berfungsi untuk menyuburkan media tanam sehingga pertumbuhan tunas dan cabang anggrek akan lebih cepat.

Jadwal pemberian pupuk ialah dua kali dalam sehari yakni sebelum jam 9 pagi dan setelah jam 4 sore. Sama seperti teknik penyiraman, pemberian pupuk sebaiknya dikerjakan dengan menyemprotkannya pada daun karena kemampuannya dalam menyerap nutrisi lebih baik daripada akar. Hindari memberikan pupuk terlalu berlebihan sebab justru akan mengakibatkan timbulnya kebusukan pada tanaman anggrek bulan.

Kiat III : Penyiraman dan Pengentasan Tanaman yang Layu

Secara alamiah, anggrek bulan hidup dengan menempelkan dirinya ke pohon lain yang lebih tinggi (epifit). Ini berarti tanaman anggrek bulan sangat menyukai sinar matahari dan kurang begitu senang dengan genangan air. Anda bisa menyiram bunga anggrek kesayangan Anda tepat pada daunnya. Jangan pernah menyiram akar anggrek sebab jika sampai terlalu lembap justru mengakibatkan tumbuhnya jamur dan penyakit bercak akar.

Kesalahan umum yang sering diperbuat oleh penghobi pemula menganggap anggrek bulan yang layu diakibatkan kekurangan air sehingga mereka akan meningkatkan intensitas penyiraman. Padahal penyebab utama layunya tanaman ini dikarenakan oleh akar tidak dapat melakukan proses transpirasi dengan sempurna sehingga daunnya pun keriput serta tunasnya membusuk dan rontok.

Untuk mengatasi tanaman anggrek bulan yang layu, cobalah mengganti media tanam dan memindahkannya ke tempat lain yang lebih terbuka. Setelah itu, Anda bisa menyiram secara rutin cukup pada daun yang layu tersebut.

Kiat IV : Pemerhatian dan Pemberian Sinat Matahari

Meskipun anggrek bulan cukup menyukai sinar matahari, tetapi jangan menaruhnya di tempat yang terbuka secara terus-menerus. Sebab jika jumlah sinar yang diterimanya terlampau banyak, tanaman ini justru akan terbakar. Ciri-cirinya yaitu munculnya warna merah kecokelatan pada permukaan daun anggrek.

Begitu pula apabila anggrek bulan kekurangan cahaya matahari, akibatnya tanaman pun akan layu. Tandanya yakni warna tanaman berubah menjadi kuning pucat serta lama-kelamaan daunnya akan gugur satu per satu. Yang bagus, berikanlah sinar matahari dengan intensitas 20-30 persen di waktu pagi hari. Jika Anda tidak mau repot memindah-mindahkan tanaman setiap hari, ikatkan saja media tanam pada pohon besar dengan menghadapkan anggrek ke arah timur supaya penerimaan sinar mentarinya lebih maksimal.

Kiat V : Pemberian Rangsangan untuk Memicu Pembungaan

Agar tanaman anggrek bulan yang Anda pelihara bisa rajin menumbuhkan bunga, kuncinya terletak pada pengaturan temperatur udara dengan tepat. Usahakan suhu udara di sekitar tanaman pada siang hari sekitar 18-22 derajat celsius dan pada malam harinya antara 13-17 derajat celsius. Anda bisa meletakkan beberapa wadah yang berisi air di sekitar tanaman untuk menjaga kestabilan temperaturnya.