Cara Menyuburkan Kembali Tanaman yang Layu

Bagaimana cara menyuburkan kembali tanaman yang layu? Tumbuh-tumbuhan akan membuat suasana di lingkungan rumah Anda menjadi asri dan hidup. Anda pun mencoba memelihara beberapa tanaman. Ada tanaman yang berbunga indah, ada pula tanaman penghasil buah-buahan yang rasanya sungguh nikmat. Sayangnya Anda tidak mempunyai waktu yang cukup banyak untuk merawat tanaman tersebut. Lambat laun tanaman yang kondisinya semula ini segar dan tumbuh dengan baik menjadi layu secara perlahan-lahan.

Sebagai orang awam, tentu saja Anda merasa kebingungan setelah melihat beberapa tanaman yang ditanam di pekarangan rumah menjadi layu. Di satu sisi Anda ingin mencoba melakukan sesuatu terhadap tanaman tersebut agar kondisinya pulih subur kembali. Namun di sisi lain, Anda khawatir jika perlakuan Anda terhadap tumbuh-tumbuhan ini justru akan memperparah keadaannya. Oleh sebab itulah, kali ini kami akan mencoba membantu Anda untuk mengatasi tanaman yang sudah layu supaya menjadi subur kembali.

menyuburkan-tanaman-yang-layu.jpg

Perlu Anda ketahui, bagian terpenting dari tanaman yang berguna untuk menunjang kehidupannya adalah akar. Selama kondisi akarnya masih baik, besar kemungkinannya tanaman Anda bisa hidup normal kembali. Silakan Anda bisa mengikuti kiat-kiat di bawah ini!

Kiat 1. Pindahkan ke Pot Baru

Tanaman yang layu bisa disebabkan karena ukuran potnya sudah terlalu kecil. Jadi untuk mengatasi masalah tersebut, Anda dapat memindahkannya ke pot lain dengan media tanam yang baru. Campurkan media tanam yang terdiri dari tanah, pupuk kandang, dan jerami lalu aduk secara merata. Kemudian masukkan media tanam ini ke pot. Lantas dengan hati-hati Anda bisa memindahkan tanaman dari pot lama ke pot baru. Proses ini sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk mencegah penguapan berlebih.

Kiat 2. Berikan Pupuk yang Sesuai

Penyebab lain dari tanaman yang layu adalah kekurangan unsur hara. Coba Anda ingat lagi kapan terakhir kali Anda memberikan pupuk ke pot tersebut? Kemudian periksa juga kondisi media tanamnya, apakah masih cukup subur atau sudah tandus? Berikanlah pupuk ke tanaman setidaknya setiap sebulan sekali agar tumbuh subur. Sebagai pupuk dasarnya, Anda bisa memakai pupuk kandang atau pupuk kompos. Untuk memicu pertumbuhan tanaman, Anda juga dapat menggunakan pupuk kimia yang sesuai.

Kiat 3. Perhatikan Pola Penyiraman Air

Tumbuh-tumbuhan mempunyai habitat yang berbeda-beda. Ada tanaman yang suka dengan tempat yang lembab. Namun tidak sedikit pula tanaman yang justru lebih senang hidup di lingkungan yang kering. Anda harus memahami habitat tanaman ini dengan baik sehingga dapat memberikan pola penyiraman secara tepat. Tanaman yang layu dan tampak kecokelatan tandanya kekurangan air. Sedangkan tanaman yang layu dan agak membusuk/berlendir artinya kelebihan air.

Kiat 4. Pindahkan ke Tempat Lain

Selain kebutuhan air yang berbeda-beda, kebutuhan sinar matahari, suhu udara, dan tingkat kelembaban pada tanaman pun tidak sama. Mayoritas tanaman memang suka sekali dengan tempat yang banyak sinar mataharinya. Tetapi Anda juga harus mengerti bahwa beberapa tanaman justru akan menjadi cepat layu apabila terkena sinar matahari yang berlebihan. Memindahkan lokasi tanaman ke tempat lain yang lebih teduh bisa Anda coba untuk menyelamatkan tanaman yang sudah layu tersebut.

Kiat 5. Semprotkan Pestisida atau Fungisida

Tanaman juga bisa terkena serangan hama dan penyakit yang dapat mengakibatkan kondisi kesehatannya memburuk. Bisa jadi tanaman milik Anda yang tiba-tiba layu juga terkena masalah ini. Anda bisa mencoba mengidentifikasi hama atau penyakit apa yang menyerang tanaman menurut gejala-gejala awal yang ditunjukkannya. Kemudian lakukan upaya penanggulangan dengan menyemprotkan pestisida atau fungisida yang sesuai. Anda juga bisa memanfaatkan bahan-bahan alami untuk membasmi serangan hama, jamur, dan cendawan.