Cara Mengolah Buah Labu Botol

Anda mungkin pernah melihat buah labu botol? Tanaman labu botol sebenarnya bisa tumbuh dengan baik di Indonesia, tetapi petani yang membudidayakannya tidak terlalu banyak. Bagian yang dimanfaatkan dari tanaman ini adalah buahnya yang berbentuk menyerupai botol khas dari China. Buah labu botol dapat dimasak menjadi sayur sebagaimana buah labu air lainnya. Tapi kebanyakan orang mengolahnya menjadi kerajinan tangan.

Buah labu botol biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan botol air tradisional. Karena bentuk buah ini memang sudah mirip seperti botol, maka tidak dibutuhkan cara yang rumit untuk mengolahnya. Kerajinan labu botol dapat ditemukan dengan mudah di daerah pecinan, lingkungan di sekitar kelenteng, atau acara Tahun Baru Imlek. Kerajinan ini sangatlah unik sehingga tidak heran kalau peminatnya begitu tinggi.

cara-mengolah-labu-botol.jpg

Anda juga mungkin tertarik untuk membuat kerajinan labu botol sendiri? Berikut ini panduan langkah-langkah mengolah buah labu botol menjadi kerajinan botol air tradisional.

Langkah I. Memetik Buah dari Pohon

Hanya buah labu botol yang kondisinya sudah benar-benar tua yang boleh dipetik dari pohon. Jadi Anda perlu memeriksa dan menyeleksi buah terlebih dahulu. Buah yang kondisinya sudah tua ditandai dari bagian pangkal buahnya yang sudah keriput sampai mengering. Hindari memakai buah yang belum tua karena nantinya akan mengerut atau mengalami keretakan saat dikeringkan. Gunakan gunting yang tajam untuk memotong pangkal buah tersebut.

Langkah II. Membersihkan Lapisan Kulit

Buah yang baru dipetik hendaknya segera dibersihkan bagian lapisan kulitnya. Pembersihan buah labu botol saat kondisinya masih segar akan menghasilkan lapisan kulit yang cerah dan merata di seluruh permukaannya. Tentunya ini bakal sangat menguntungkan Anda, terutama jika Anda ingin membuat lukisan pyrography di permukaannya. Alat yang dibutuhkan untuk membersihkan labu botol adalah bagian tumpul pisau meja atau pisau saku yang tajam.

Bersihkan lapisan kulit buah labu botol menggunakan pisau dengan mengiris bagian kulitnya seperti sedang membersihkan sisik ikan. Kupaslah lapisan kulit buah ini memakai pisau dengan gerakan yang searah dan berulang-ulang. Usahakan Anda mengupasnya tipis saja supaya nanti menghasilkan permukaan yang rata. Hati-hati saat membersihkan kulit tersebut. Pastikan bagian daging buah tidak terluka. Bersihkan sampai kondisinya sebersih mungkin.

Langkah III. Membersihkan Buah Labu

Setelah lapisan kulit buah labu botol berhasil dihilangkan sampai benar-benar bersih, lantas Anda bisa mencuci buah tersebut. Cucilah buah labu botol di bawah air yang mengalir. Jika perlu, pakailah alat pembersih dari logam untuk menggosok permukaan buah ini sehingga lapisan kulit yang mungkin masih tersisa bisa dihilangkan dengan tuntas. Gosoklah buah labu tersebut hingga tekstur permukaannya menjadi halus dan mulus.

Langkah IV. Mengeringkan Buah Labu

Proses pengeringan buah labu botol bisa memakai sinar matahari atau menggunakan oven. Pengeringan secara alami dengan cahaya matahari biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama. Selama proses pengeringan berlangsung, kandungan air di dalam buah akan menguap keluar sehingga membuat kondisinya selalu lembab. Jika kondisi ini dibiarkan, buah tersebut akan ditumbuhi jamur dan kutu sehingga membuat tampilannya berbintik-bintik hitam atau cokelat. Solusinya Anda perlu mengelap permukaan buah menggunakan kain basah yang telah diberi cairan pemutih pakaian setiap 1-2 hari sekali.

Sementara itu, penggunaan oven akan membuat proses pengeringan labu botol berlangsung lebih cepat. Caranya yaitu labu botol yang telah dibersihkan bisa dimasukkan ke oven yang memiliki suhu 80 derajat celsius atau 175 derajat fahrenheit. Pemanggangan di dalam oven ini berlangsung selama 12-18 jam/hari. Jadi pemanggangan tidak berlangsung terus-menerus untuk mencegah timbulnya keretakan. Labu botol yang sudah kering akan terdengar suara biji yang nyaring dari bagian dalamnya apabila digoyang-goyangkan.