Cara Mengeringkan Labu Botol dengan Oven

Labu botol adalah tanaman labu air yang buahnya memiliki bentuk menyerupai botol. Buah muda labu ini bisa dimasak menjadi lauk pauk. Sedangkan buah tuanya biasa diolah menjadi kerajinan tangan seperti botol air, wadah, tabung, kantung hias, atau koteka. Saat ini budidaya labu botol lebih ditujukan untuk diambil buah tuanya karena mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi. Tidak hanya di Indonesia, pasar global pun menghendaki kerajinan dari labu botol ini.

Salah satu tahap yang wajib dilaksanakan untuk membuat kerajinan dari labu botol adalah mengeringkannya. Proses pengeringan ini bertujuan untuk menghilangkan kandungan air yang terdapat di dalam buah labu botol sehingga awet, tahan lama, dan tidak mudah membusuk. Proses pengeringan ini bisa dilakukan secara alami memakai sinar matahari atau menggunakan alat pemanas (oven). Proses pengeringan memakai oven akan membuat waktunya lebih cepat dan hasilnya lebih baik.

cara-mengeringkan-labu-botol.jpg

Waktu yang dibutuhkan oleh oven untuk mengeringkan labu botol hingga mencapai kondisi yang kering sempurna adalah 2-3 hari untuk labu yang berukuran kecil atau 4-5 hari untuk labu botol yang ukurannya besar dengan bobot mencapai 1-1,5 kg/buah. Bagi Anda yang berniat untuk mengeringkan labu botol menggunakan oven, silakan Anda bisa mengikuti panduan dari kami berikut ini.

  • Anda harus memetik buah labu botol terlebih dahulu dari pohonnya. Agar buah ini tidak berkerut setelah kondisinya kering nanti, maka Anda harus menaati kriteria-kriteria pemetikan buah yang layak petik. Selanjutnya buah labu botol segar ini dibersihkan pada bagian lapisan kulit tipisnya.
  • Buah labu botol yang telah dibersihkan kemudian dimasukkan ke dalam oven yang memiliki suhu 80 derajat celsius atau 175 derajat fahrenheit. Buah tadi dipanggang di dalam oven selama 2-3 hari atau 4-5 hari tergantung ukurannya. Lakukan pemeriksaan setiap 1-2 kali/hari.

Adapun cara memeriksa kondisi buah labu botol apakah sudah kering atau belum bisa Anda lakukan dengan kiat-kiat sebagai berikut :

  • Proses pengeringan oleh oven akan membuat warna permukaan buah labu botol menjadi lebih terang. Kemudian warna ini berubah kembali menjadi lebih cokelat. Jika seluruh permukaan buah sudah berwarna cokelat artinya kondisi buah tersebut sudah mengering secara sempurna.
  • Selain mengakibatkan perubahan warna pada bagian permukaannya, pengeringan juga akan membuat berat buah labu botol berkurang secara drastis. Misalnya labu botol seberat 1-1,5 kg akan menjadi beberapa ons saja setelah kondisinya kering. Pastikan Anda rutin mengecek bobot buah tersebut selama proses pengeringan berlangsung.
  • Anda juga bisa mengecek apakah kondisi buah labu botol sudah kering atau belum dengan mengocoknya. Dengarkan suara biji yang ada di dalam buah tersebut. Jika bobot buah sudah ringan tetapi tidak terdengar suara biji di dalamnya, coba pukulkan buah ini ke tangan untuk melepaskan bijinya. Bila suara biji tetap masih tak terdengar, berarti kondisi buah tersebut belum terlalu kering.
  • Suara biji yang berderak di dalam buah labu botol juga menandakan kalau kondisinya belum benar-benar kering. Seiring dengan bertambahnya pengalaman, Anda pasti bisa membedakan suara biji dari buah yang sudah kering atau belum. Biji yang basah akan mengeluarkan suara yang teredam seperti Anda memukul selimut. Sedangkan biji yang kering akan terdengar nyaring.
  • Anda juga bisa mengetahui kondisi labu botol secara tepat dengan membuat catatan selama proses pengeringan berlangsung. Periksa kondisi buah tersebut setiap 4-6 jam sekali, terutama bobotnya. Bobot buah akan terus berkurang selama pengeringan karena kandungan air di dalamnya menguap. Penurunan bobot ini akan melambat dan berhenti setelah kondisi buah labu botol benar-benar kering.

Proses pengeringan memiliki peranan yang sangat penting dalam pembuatan kerajinan tangan dari buah labu botol. Khususnya apabila Anda hendak menggunakan buah tersebut dalam ukuran yang utuh atau mengecatnya. Jika Anda memakai buah yang belum kering secara sempurna, nantinya buah tersebut akan mengalami masalah sebab kandungan air di dalamnya terus menguap. Biasanya lapisan kulit buah akan terkelupas atau munculnya bintik-bintik di permukaan. Jadi tunggu sampai kondisi buah ini benar-benar kering, barulah kemudian Anda bisa mengolahnya menjadi kerajinan.