Cara Menanam Wortel yang Benar

Bagaimana cara menanam wortel yang benar? Wortel adalah tanaman sayuran yang mengandung vitamin A dalam kadar yang tinggi. Tanaman ini termasuk ke dalam tumbuhan biennal yang mempunyai siklus hidup antara 12-24 bulan. Wortel memiliki bunga berwarna putih dengan batang yang bisa tumbuh hingga 1 m.

Tanaman wortel akan tumbuh secara optimal saat dipelihara di dataran tinggi yang mempunyai temperatur cenderung dingin dan lembab. Pertumbuhan umbi yang bagus membutuhkan suhu udara yang berkisar antara 15-21 derajat celsius. Suhu yang terlalu rendah menyebabkan umbi berbentuk kecil memanjang, sedangkan bila suhu terlalu tinggi hasilnya umbi wortel pun berukuran kecil dan pucat.

cara-menanam-wortel.jpg

Simak panduan menanam wortel yang benar sebagai berikut :

Langkah 1. Pembibitan Benih Tanaman

Perkembangbiakan tanaman wortel secara generatif dapat dilakukan dengan biji. Benih yang bagus bisa didapatkan dari tanaman wortel yang berumur sekitar 3 bulan serta kondisinya sehat dan subur. Kemudian benih ini dapat ditaburkan langsung ke media semai, baik disebar secara acak maupun ditaburkan dalam barisan. Jarak antar-barisan sekitar 15 cm dan jarak antartanaman 3-5 cm. Biji-biji ini selanjutnya akan tumbuh menjadi kecambah ketika usianya mencapai 8-12 hari.

Langkah 2. Pengolahan Media Tanam

Pengolahan media tanam dilaksanakan dengan mencangkul lahan sedalam 40 cm secara merata. Kemudian berikan pupuk kandang/kompos dengan dosis 15 ton per hektar. Buat juga beberapa bedengan yang berukuran lebar 100-150 cm, tinggi 30-40 cm, dan jarak sekitar 50-60 cm dengan panjang bedengan menyesuaikan area lahan.

Langkah 3. Penanaman Bibit

Buat lubang tanam yang berjarak 3-5 cm pada masing-masing bedengan. Tanamkan bibit wortel ke dalam lubang tadi, lalu tutup kembali dengan tanah tipis sedalam 0,5-1 cm. Setelah itu, buat alur dangkal dengan jarak 5 cm dari posisi bibit dan berbentuk memanjang. Masukkan pupuk dasar ke dalam alur tersebut yang terdiri atas campuran TSP 400 kg (200 kg P2O5/ha) dan KCI 150 kg (75 kg K2O/ha). Setelah pupuk ditaburkan dan ditutup dengan tanah yang tipis, tutup juga alur tadi menggunakan pelepah daun pisang selama 7-10 hari.

Langkah 4. Pemeliharaan Tanaman

Selama masa pemeliharaan 1 bulan awal, lakukan penjarangan secara berkala agar tanaman bisa tumbuh dengan optimal. Bersihkan pula gulma yang tumbuh di area penanaman, termasuk rumput yang ada di saluran parit. Jangan lupa gemburkan tanah di sekitar bedengan serta timbunlah tanaman wortel dengan tanah di sekelilingnya supaya bagian umbinya bisa tertutup oleh tanah.

Langkah 5. Pemanenan Umbi

Setelah tanaman berumur sekitar 100-120 hari, umbi wortel biasanya sudah bisa dipetik hasilnya. Hindari memanen umbi yang terlalu muda sebab ukurannya masih cukup kecil, sebaliknya jika terlalu tua maka umbi tersebut sudah mengeras. Pemanenan dikerjakan dengan mencabut tanaman wortel beserta bagian umbinya. Dalam setiap 1 hektar lahan rata-rata dapat menghasilkan wortel sebanyak 20-30 ton.