Cara Menanam Selada Hidroponik

Bagaimana cara menanam selada hidroponik yang benar? Meskipun bukan tumbuhan asli Indonesia, kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya selada. Yap, sayuran ini bisa dimasak menjadi hidangan yang lezat atau penghias makanan biar kelihatan lebih menarik. Selada identik sekali dengan tanaman pegunungan. Tumbuhan ini biasanya tumbuh subur di dataran tinggi yang memiliki cuaca cenderung dingin.

Namun bukan berarti selada sama sekali tidak bisa dibudidayakan di dataran rendah. Anda membutuhkan trik tersendiri untuk membudidayakan tanaman ini di dataran rendah. Salah satunya ialah melalui sistem hidroponik. Keunggulan dari sistem ini adalah area perkebunan menjadi lebih lembab karena tingkat penguapan air yang cukup tinggi. Selain itu, penyerapan air dan nutrisi oleh akar tanaman pun menjadi semakin optimal.

cara-menanam-selada-hidroponik.jpg

Langkah I. Penyemaian Benih

Proses penyemaian benih selada dapat dilakukan menggunakan wadah seperti polybag, kotak kayu, nampan plastik, atau ember bekas. Sedangkan untuk medianya bisa menggunakan tanah yang dicampur pupuk kompos atau arang sekam padi. Setelah tempat penyemaian sudah siap, Anda bisa menanamkan benih selada dengan jarak 8 x 8 cm sampai 10 x 10 cm. Benih selada akan tumbuh menjadi kecambah dalam waktu 3-4 hari. Untuk memindahkan bibit selada dari wadah semai ke tempat hidroponik dilakukan ketika tanaman berumur 25-30 hari.

Langkah II. Penanaman Bibit

Siapkan tempat penanaman bibit selada sedemikian rupa dengan mengatur tandon air, larutan nutrisi, pot, sumbu, dan media tanam. Pastikan sumbu dipasang pada pot dengan ukuran yang disesuaikan tingkat kedalaman pot sehingga ujungnya menyentuh bagian dasar pot. Adapun untuk memindahkan bibit selada dimulai dengan membuka tempat semai secara hati-hati agar tidak merusak sistem perakarannya. Kemudian bibit selada dimasukkan ke pot, lalu diisi media tanam sampai penuh. Pot-pot berisi bibit selada ini lantas ditempatkan di tandon air dan diletakkan di tempat yang teduh agar dapat beradaptasi dengan baik. Berikutnya, bibit selada diperkenalkan dengan sinar matahari secara bertahap. Jika cuaca di daerah Anda cukup terik, cobalah pasang naungan berupa paranet.

Langkah III. Pemeliharaan Tanaman

Kunci utama keberhasilan menanam selada dengan sistem hidroponik ialah air sebagai media tanam harus dijaga kapasitasnya agar sesuai kebutuhan tanaman. Pastikan air tersebut mengandung nutrisi yang cukup. Tanaman selada juga membutuhkan sinar matahari untuk mendukungnya melakukan proses fotosintesis. Hal yang tak boleh luput dari perhatian lainnya ialah suhu air perlu dipastikan dengan baik, jangan terlalu panas atau dingin. Oleh karena itu, hindari menggunakan tandon yang terbuat dari logam sebab temperaturnya gampang berubah.