Cara Menanam Sayur Kailan yang Baik

Bagaimana cara menanam sayur kailan yang baik? Kailan adalah tanaman sayur yang sering dimanfaatkan bagian daun dan batangnya untuk diolah menjadi masakan. Kailan mengandung banyak pro vitamin A dan asam askrobat. Tanaman ini akan tumbuh sempurna apabila dipelihara di daerah yang terletak pada ketinggian 700-1500 meter dpl. Mudahnya menanam kalian mendorong beberapa orang untuk berlomba-lomba membudidayakan tumbuhan sayuran ini.

Tanaman kalian dapat beradaptasi dengan baik di hampir segala jenis tanah. Kadar keasaman tanah yang paling bagus untuk mendukung pertumbuhannya berkisar antara 6-6,8. Karena memiliki ketahanan yang tinggi terhadap air hujan, tanaman ini bisa dibudidayakan sepanjang tahun. Yang terpenting, kebutuhan akan unsur hara dan air pada tanaman ini dapat tercukupi.

cara-menanam-kailan.jpg

Tahap I. Pembibitan

Bedengan yang digunakan untuk membibitkan benih kailan mempunyai ukuran panjang 1-3 m dan lebar 0,8-1,2 m. Bedengan tersebut juga perlu diberikan pupuk kandang secukupnya, Urea 20 gram, TSP 10 gram, dan KCI 7,5 gram pada saat dua minggu sebelum penanaman benih kailan. Cara melakukan proses pembibitan yaitu biji-biji kailan ditaburkan secara acak ke atas bedengan, lalu tutup kembali dengan tanah setebal 1-2 cm. Perawatan kepada benih ini dilakukan dengan menyiramnya setiap hari. Setelah berumur 3-4 minggu, bibit kailan bisa dipindahtanamkan ke lahan.

Tahap II. Penanaman

Bedengan untuk penanaman kailan idealnya berukuran lebar 120 cm dan tinggi 20-30 cm dengan panjang menyesuaikan kondisi lahan. Masing-masing bedengan tersebut dibuat dengan jarak sekitar 30 cm. Sedangkan jarak antar lubang tanam di dalam bedengan ialah 20 x 20 cm, 30 x 30 cm, atau 40 x 40 cm tergantung kondisi lahan dengan kedalaman lubang 4-8 x 6-10 cm.

Pemupukan awal juga perlu dilaksanakan bersamaan dengan pembuatan bedengan. Beberapa pupuk yang dipakai meliputi pupuk kandang 10 ton/ha, TSP 100 kg/ha, dan KCI 75 kg/ha. Bibit tanaman kailan yang akan dipindahkan ke lahan harus dalam kondisi yang sehat dan memiliki postur yang sempurna. Proses ini sebaiknya dikerjakan pada waktu sore hari untuk mengurangi tingkat penguapan.

Tahap III. Pemeliharaan

Frekuensi penyiraman harus disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kelembaban lahan. Misalnya saat musim kemarau, tanaman perlu disiram setiap dua kali sehari. Begitu pula ketika musim penghujan, tanaman tidak perlu lagi disiram air apabila sebelumnya sudah turun hujan.

Penjarangan tanaman juga perlu dilakukan pada waktu dua minggu setelah penanaman. Caranya ialah tanaman kailan yang tumbuh dalam jarak yang terlalu rapat harus disingkirkan supaya tidak saling berkompetisi dalam memperebutkan bahan organik dan kandungan air di sekitarnya. Sebaliknya, penyulaman pun wajib dikerjakan dengan mengganti tanaman-tanaman kailan yang tumbuh tidak normal.

Tahap IV. Pemanenan

Tanaman kailan dapat dipanen setelah usianya mencapai 40-70 hari. Sebelum memanen kailan, Anda harus memperhatikan warna, bentuk, dan ukuran daunnya agar sesuai dengan permintaan pasar. Ada dua teknik pemanenan kailan yaitu mencabut tanaman beserta akarnya atau memotong bagian pangkal batang yang terletak di atas tanah. Sayur kailan yang sudah dipetik selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah kemasan yang memiliki ventilasi agar kesegarannya dapat terjaga dengan baik.