Cara Menanam Kacang Hijau yang Benar

Bagaimana cara menanam kacang hijau yang benar? Kacang hijau (Vigna radiata) merupakan tanaman palawija yang termasuk dalam suku polong-polongan (Fabaceae). Bagian yang dimanfaatkan dari tanaman ini adalah bijinya. Di Indonesia, kacang hijau menempati urutan ketiga sebagai tanaman pangan legum yang terpenting setelah kedelai dan kacang tanah.

Pengolahan biji kacang hijau biasanya dilakukan dengan cara direbus sampai lunak atau dimakan langsung. Beberapa kuliner khas yang berbahan baku kacang hijau di antaranya bubur, onde-onde, bakpau, gandas turi, selai, rempeyek, dan lain-lain. Kacang hijau mengandung protein yang cukup tinggi dan asam lemak tak jenuh, serta sumber mineral seperti kalsium dan fosfor.

menanam-kacang-hijau.jpg

Jika Anda ingin membudidayakan kacang hijau, ikuti langkah-langkah penanaman dan perawatannya berikut ini :

  1. Menyiapkan Benih dari Varietas Unggul

Suatu benih bisa dikatakan unggul apabila karakteristiknya sesuai dengan agroekosistem setempat, potensi hasilnya melimpah, tahap pertumbuhan yang seragam, pertumbuhannya sehat, dan asal usulnya jelas. Benih yang dipilih juga perlu disesuaikan dengan hasil biji kacang hijau yang diinginkan, apakah itu berwarna mengkilap/kusam, ukurannya kecil/sedang/besar, umurnya genjah/sedang, dan memiliki toleransi yang tinggi terhadap serangan hama dan penyakit. Beberapa varietas kacang hijau unggulan yaitu betet, sriti, nuri, kenari, murai, perkutut, sameong, kutilang, dan vima-1.

  1. Menyiapkan Lahan Pembudidayaan

Pengolahan tanah di lahan kering harus dikerjakan secara optimal. Selain dengan mencangkul tanah agar strukturnya menjadi gembur, sisa gulma dan bekas tanaman lain juga perlu dibersihkan dari lahan tersebut. Sedangkan pada lahan bekas tanaman padi, lahan tidak perlu diolah lagi. Jerami sisa tanaman padi cukup diratakan di atas lahan sebagai mulsa untuk menjaga kelembaban tanah sekaligus mencegah pertumbuhan gulma.

  1. Membuat Saluran Drainase Air

Saluran drainase berguna untuk menjaga sirkulasi air di area lahan supaya tetap terkendali. Saluran drainase yang terletak di lahan kering juga memiliki peranan untuk memutuskan aliran air, terutama ketika sedang turun hujan. Jarak antar-saluran yang ideal berkisar antara 3-4 m dengan kedalaman 30 cm tergantung jenis tanah.

  1. Menanam Benih Tanaman

Setiap hektar lahan membutuhkan benih kacang hijau dengan jumlah sekitar 10-20 kg. Proses penanaman dilakukan dengan cara ditugal. Sebelumnya dibuat lubang tanam terlebih dahulu dengan jarak tanam antar baris 40 cm serta dalam barisan 10-15 cm. Pada setiap lubang tanam bisa ditanami benih kacang hijau sebanyak 2-3 biji sekaligus. Selain dipelihara secara monokultur, penanaman kacang hijau juga bisa dilakukan dengan sistem tumpangsari bersama dengan tanaman jagung.

  1. Memberikan Pupuk Tambahan

Pemberian pupuk tambahan harus disesuaikan dengan hasil analisis tanah dan kebutuhan tanaman. Pupuk dasar diberikan dengan metode penyebaran secara merata atau penugalan dengan memasukkannya ke dalam lubang di sekitar tanaman lalu ditutup kembali selagi kondisinya masih lembab. Sementara pemakaian pupuk hayati seperti bakteri penambah nitrogen yakni Rhizobium harus disesuaikan dengan kebutuhan. Berikan juga pupuk organik berupa sisa tanaman, kotoran hewan, dan kompos. Jika pH tanah bersifat asam, taburkan kapur doomit untuk menetralkannya.

  1. Mengatur Sirkulasi Air

Dianjurkan untuk memberikan pengairan pada lahan, khususnya saat 3-4 hari sebelum masa penanaman. Pengairan juga diperlukan pada masa-masa kritis seperti waktu menjelang berbunga serta waktu pengisian polong. Air dialirkan ke dalam lahan melalui saluran drainase yang terletak di antara tiap-tiap bedengan.