Cara Menanam Jengkol dengan Baik

Bagaimana caranya menanam jengkol yang baik dan benar? Tahukah Anda, jengkol adalah tanaman asli dari Indonesia. Tanaman ini memiliki kekhasan pada buahnya yang berbau cukup menyengat. Kendati demikian, tidak sedikit orang yang menyukai jengkol lantaran mempunyai rasa lezat dan tekstur yang pulen. Jengkol juga mempunyai khasiat yang bagus untuk kesehatan, buahnya untuk jantung dan daunnya untuk obat diabetes.

Pohon jengkol mampu tumbuh hingga mencapai 10-27 m. Bagian tanaman yang biasanya disebut sebagai buah jengkol sebenarnya adalah biji atau polong. Pohon jengkol mempunyai akar yang dalam dan mampu menyerap air tanah sehingga bermanfaat untuk konservasi lingkungan.

Tanaman jengkol bisa dibudidayakan di dataran rendah sampai dataran tinggi. Tanaman ini memerlukan penyinaran sepanjang hari dan pasokan air dalam jumlah yang tinggi. Paling baik penanaman dilakukan pada saat awal musim penghujan sehingga tanaman ini bisa lebih cepat dan berkembang.

cara-menanam-jengkol.jpg

Pembibitan dan Penanaman

Jengkol bisa diperbanyak melalui biji dan cangkok. Pembibitan melalui biji bisa dilaksanakan dengan proses penyemaian yakni menanam biji jengkol ke dalam polybag yang telah diisi dengan media semai yang subur. Dalam 2-3 minggu kemudian, biji jengkol ini akan tumbuh menjadi kecambah. Setelah itu, kecambah jengkol ini bisa dipindahkan ke lahan penanaman.

Tanaman jengkol yang berasal dari biji biasanya akan mulai menghasilkan buah ketika usianya mencapai 5 tahun. Sedangkan tanaman yang didapatkan dari cangkok mampu berbuah dalam waktu yang lebih cepat sekitar 2-3 tahun. Selama pemeliharaan, tanaman jengkol harus diberikan pupuk kandang secara berkala. Berikan pagar yang mengelilingi tanaman muda supaya tidak dirusaki oleh hama pengganggu.

PerawatanTanaman

Ada baiknya memberikan pagar yang mengelilingi bibit-bibit jengkol agar kondisinya terjaga dengan baik. Pemupukan dilakukan secara berkala minimal setiap 3 bulan sekali menggunakan pupuk kandang dengan dosis sesuai kondisi kesuburan lahan. Lakukan juga penyiangan setiap seminggu sekali untuk membersihkan rerumputan dan ilalang yang tumbuh di area lahan. Setelah pohon jengkol menunjukkan pertumbuhan yang baik, pangkas ranting-ranting yang tidak perlu untuk menjaga pertumbuhan batang utama.

Pengendalian Hama

Pemeliharaan pohon jengkol juga perlu memperhatikan kemungkinan hama yang bakal menyerang tanaman ini. Hama utama jengkol yaitu ular dan tupai. Ada juga hama boloren yang dapat menimbulkan kerusakan fatal pada tanaman. Semut rangrang yang bersarang di dalam pohon jengkol pun dapat merusak pertumbuhan bunga dan bakal buah jengkol.

Hati-hati juga terhadap kemungkinan serangan jamur dan cendawan yang bisa mencuri makanan pada tanaman jengkol sehingga pertumbuhannya akan terhambat. Upaya pengendalian hama-hama tadi bisa dilaksanakan dengan memangkas atau membersihkan bagian dahan dan daun tanaman yang kerap menjadi sarang hama. Pengendalian menggunakan fungisida dan pestisida juga bisa diterapkan apabila serangan hama sudah melampaui batas.

Pemanenan

Pohon jengkol yang berasal dari biji biasanya akan menghasilkan buah ketika umurnya sudah mencapai 5 tahun. Sedangkan tanaman jengkol hasil dari cangkok atau okulasi bisa memunculkan buah dalam waktu yang lebih singkat antara 2-3 tahun. Pemanenan buah jengkol dikerjakan dengan memetiknya langsung dari pohon atau menggunakan bantuan tongkat yang dipasangi pisau di ujungnya. Setiap pohon jengkol rata-rata mampu memproduksi buah dalam jumlah yang berkisar antara 15-20 kg.