Cara Menanam Jambu Biji dari Bijinya

Bagaimana cara menanam jambu biji dari bijinya? Biji jambu biji yang akan dijadikan sebagai benih tanaman sebaiknya berasal dari buah yang telah matang di pohon. Ciri-cirinya yaitu buah memiliki kulit yang berwarna hijau kekuningan, aromanya semerbak, dan bertekstur lunak. Perlu diketahui, berat buah jambu biji akan mempengaruhi jumlah biji yang ada di dalamnya. Jadi untuk mendapatkan biji dalam jumlah yang cukup banyak, pilihlah buah indukan yang mempunyai ukuran sedang hingga besar.

Sebelum proses persemaian dimulai, biji-biji harus dibersihkan terlebih dahulu di bawah air mengalir serta dilakukan pemilihan biji yang bernas. Caranya Anda bisa merendam biji tersebut di dalam air selama 3-6 jam. Biji yang tenggelam menandakan kalau biji tersebut layak digunakan untuk benih. Sebaliknya biji yang tetap terapung artinya biji ini sudah kopong, hampa, dan tidak bagus dipakai untuk benih.

Penyemaian biji tanaman jambu biji wajib dilaksanakan di tempat yang aman, terlindungi, strategis, dan dekat sumber air. Wadah yang digunakan untuk menyemai bisa berupa kotak kayu atau batubata yang berukuran lebar 1 m dan panjang menyesuaikan. Kemudian isilah wadah tadi dengan pasir halus setinggi 10 cm. Barulah selanjutnya biji-biji jambu biji disebarkan secara merata di atas media semai, lalu tutup kembali menggunakan taburan pasir halus setebal 0,5 cm.

cara-menanam-jambu-biji.jpg

Jagalah supaya kondisi media persemaian ini senantiasa lembab dengan cara menyiramnya setiap hari. Rata-rata benih jambu biji akan tumbuh menjadi bibit setelah umurnya mencapai 20-30 hari setelah penyemaian. Untuk mempercepat pertumbuhannya, berikan pupuk organik dan zat perangsang pertumbuhan dengan dosis secukupnya.

Dalam waktu 2-4 bulan biasanya tinggi bibit jamu biji ini sudah mencapai antara 5-10 cm. Inilah saat yang paling tepat untuk memindahkan bibit tersebut dari media semai ke dalam polybag yang berukuran minimal 15 x 21 cm. Sebelumnya, polybag tadi harus diisi terlebih dahulu memakai campuran tanah dan pupuk kandang dengan komposisi 2:1. Proses pemindahan bibit dilakukan dengan mencabut tanaman secara hati-hati agar sistem perakarannya tidak terputus, lalu segera tanamkan ke polybag dan siram dengan air seperlunya.

Beberapa bentuk perawatan yang harus diberikan kepada tanaman jambu biji di antaranya :

  1. Penyiraman

Tanaman jambu biji perlu disiram sebanyak dua kali setiap hari pada pagi dan sore hari untuk menjaga kondisi kelembaban media tanam. Lakukan penyiraman dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan dan jangan pernah menyiramkan air secara berlebihan. Agar lebih mudah, Anda bisa menggunakan bantuan selang plastik ataupun teko gembor supaya rintikkan air tidak merusak tanaman.

  1. Penyiangan

Penyiangan bertujuan untuk menghilangkan gulma yang tumbuh di sekitar media tanam supaya tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Lahan penanaman juga harus bebas dari sampah supaya tidak menjadi sarang bagi hama dan penyakit tanaman.

  1. Pemupukan

Guna merangsang pertumbuhan bibit jambu biji, disarankan untuk menggunakan pupuk NPK serta pupuk-pupuk daun lainnya. Pemberian pupuk ini bisa dilakukan dalam wujud butiran setiap 2 bulan sekali atau cairan dengan interval 1 bulan sekali. Dosis yang dipakai yaitu 3 gram/tanaman untuk pupuk butiran serta 15 gram/10 liter air untuk pupuk cairan.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit

Beberapa hama yang sering menyerang tanaman jambu biji yaitu ulat, belalang, tungau, thrip, dan aphid. Pengendaliannya bisa dikerjakan memakai insektisida kontak atau sistemik yang disemprotkan ketika pagi hari. Sedangkan penyakit yang mewabah tanaman ini umumnya disebabkan oleh jamur dan cendawan. Oleh sebab itulah, penyakit-penyakit tersebut bisa disembuhkan menggunakan fungisida yang sesuai.