Cara Menanam Biji Kiwi Impor di Indonesia

Buah kiwi (Actnidia deliciosa) dikenal pula dengan sebutan gosberi cina. Tanaman ini memang sejatinya berasal dari Shaanxi, China. Kiwi termasuk buah premium dengan harga yang mahal. Bentuk buahnya oval yang memiliki panjang 5-8 cm dan diameter 4-6 cm. Kulitnya berwarna hijau kecokelatan dengan warna daging buah yaitu hijau terang sampai hijau keemasan. Bijinya berwarna hitam, berukuran kecil, berada di dalam daging buah, serta aman dimakan.

Rasa dari buah kiwi ini sangat unik. Rasanya sangat segar. Perpaduan antara manis serta mengandung banyak air, kadang-kadang sedikit masam. Dengan tekstur buah yang lembut, praktis tidak sedikit orang yang menyukai buah kiwi. Tanaman buah kiwi ini layak sekali untuk dibudidayakan di Indonesia. Anda bisa loh menanamnya dari bagian biji. Ternyata tidak terlalu sulit kok untuk menanam biji kiwi. Silakan Anda dapat mengikuti panduan langkah-langkah di bawah ini!

cara-menanam-biji-kiwi.jpg

Alat dan Bahan :

  • Biji kiwi
  • Wadah semai
  • Tanah
  • Pupuk kandang
  • Polybag
  • Air hangat

Langkah-langkah :

  1. Biji kiwi sebaiknya Anda beli berupa biji impor alias biji yang didatangkan langsung dari luar negeri. Lebih baik lagi apabila biji tersebut berasal dari negeri asalnya yaitu China. Kemungkinan besar biji kiwi ini bakal tumbuh. Kami dari www.tokotanaman.com menyediakan benih kiwi impor yang berasal dari China. Silakan Anda bisa membelinya.
  2. Benih kiwi impor yang sudah Anda peroleh lantas bisa Anda semai supaya tumbuh menjadi bibit tanaman. Proses penyemaian benih kiwi ini dapat Anda lakukan di wadah khusus untuk semai. Anda juga bisa menggunakan baskom plastik atau kotak kayu. Syaratnya penyemaian ini harus dilakukan di tempat yang teduh.
  3. Gunakan media yang bersifat subur dan gembur untuk keperluan menyemai benih tanaman kiwi. Anda bisa membuatnya dari campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Tapi sebelumnya tanah yang dipakai perlu diayak terlebih dulu untuk membuat kondisinya bersih serta memiliki karakteristik yang porous.
  4. Biji kiwi tidak serta merta langsung ditanamkan ke tanah. Anda perlu merendamnya di air yang hangat terlebih dahulu agar proses pekercambahannya lebih cepat. Gunakan air dengan suhu hangat-hangat kuku. Masukkan semua biji kiwi yang bakal disemai ke dalamnya. Biarkan biji ini terendam di air selama 6-8 jam.
  5. Tanamkan biji kiwi satu per satu di tempat penyemaian. Anda bisa membuat lubang tanam lebih dulu di wadah semai dengan kedalaman 1 ruas jari telunjuk pada jarak 5 x 5 cm. Lalu tanamkan biji kiwi yang telah direndam ke dalamnya. Setiap lubang tanam dapat diisi dengan 2-3 biji kiwi. Tanamkan hanya biji kiwi yang tenggelam di air.
  6. Selama proses penyemaian berlangsung, wadah persemaian wajib diletakkan di tempat yang teduh. Anda bisa menaruhnya di bawah pohon, samping rumah, teras, atau memasang sebuah naungan di atasnya. Sedangkan untuk penyiramannya hanya boleh dilakukan saat kondisi media semai bagian atasnya nampak sedikit mengering.
  7. Lama-kelamaan benih kiwi akan berkembang menjadi kecambah, lalu tumbuh secara perlahan-lahan. Seiring dengan berjalannya waktu, muncul bibit kiwi ukuran kecil. Teruslah Anda merawat bibit ini dengan menjaga kelembaban media tanam melalui penyiraman secukupnya. Setelah tinggi bibit kiwi sudah mencapai 10 cm, Anda bisa memindahkannya ke polybag yang terpisah.