Cara Memperbanyak Tanaman Sikas dari Anakan

Anda yang suka dengan tanaman hias yang memiliki bentuk yang unik dan indah pasti sudah tak asing lagi dengan yang namanya tanaman sikas. Di beberapa daerah, tanaman ini dikenal pula sebagai pakis haji atau mawar jambe. Tanaman sikas mudah dikenali dari batangnya yang khas serta daun-daun berwarna hijau segar. Tingkat pertumbuhan tanaman ini tergolong lambat. Maka tanaman sikas cocok sekali ditanam di taman bergaya minimalis.

Lantas, bagaimanakah caranya apabila kita ingin memperbanyak tanaman sikas ini?

Tanaman sikas biasanya  diperbanyak menggunakan metode vegetatif yaitu melalui pemisahan anakannya. Namun tanaman sikas yang akan dipakai sebagai indukan harus memenuhi syarat khusus. Tanaman tersebut harus berumur setidaknya 4 tahun dan telah menghasilkan tunas anakan. Umumnya sikas akan mengeluarkan anakan pada umur 3 tahun. Anakan ini tumbuh dari batang atau pangkal akarnya.

cara-memperbanyak-tanaman-sikas.jpg

Selain itu, tanaman sikas yang menjadi indukan juga harus dalam kondisi yang sehat. Tinggi tanaman tersebut sekurang-kurangnya adalah 30 cm. Sedangkan untuk anakannya harus berumur minimal 1 tahun, memiliki minimal 3 pelepah, dan diameter paling kecilnya 6-7 cm. Jika persyaratan ini dipenuhi, maka proses perbanyakan tanaman sikas yang Anda lakukan mempunyai peluang besar untuk berhasil.

Di bawah ini langkah-langkah memperbanyak tanaman sikas agar berhasil.

  1. Siramlah tanaman indukan dengan air yang cukup banyak sampai kondisi media tanam di sekitarnya menjadi basah. Hal ini dilakukan supaya proses pemisahan anakan dapat berlangsung lebih mudah.
  2. Gali media tanam di sekitar tanaman anakan yang akan dipisahkan hingga seluruh bagian akarnya terbuka atau tidak tertutupi tanah. Anda harus melakukannya dengan baik supaya akar tidak terluka.
  3. Siapkan pisau yang kondisinya bersih dan steril. Anda perlu mencuci pisau memakai alkohol terlebih dahulu agar menjadi higienis dan bebas dari kuman/bakteri. Hal ini penting dilakukan sehingga bibit tanaman tidak terserang penyakit.
  4. Potonglah bagian akar anakan tanaman sikas menggunakan pisau dengan hati-hati. Usahakan arah potongannya menyerong. Potong tepat di bagian akar yang menempel dengan tanaman indukan.
  5. Anakan sikas yang telah berhasil dipisahkan dari tanaman indukan sebaiknya direndam terlebih dahulu di dalam zat perangsang tumbuh. Barulah kemudian anakan tersebut ditanamkan di media tanam yang telah disiapkan.