Cara Bercocok Tanam dengan Hidroponik

Bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik yang sederhana bisa dengan mudah Anda lakukan di pekarangan rumah. Tapi sebelumnya Anda tentu sudah tahu apa itu sistem hidroponik dalam menanam tumbuh-tumbuhan, kan? Hidroponik adalah suatu teknik budidaya tanaman tanpa memakai media tanam berupa tanah. Sebagai ganti dari tanah, media tanam yang digunakan ialah air mineral yang mengandung unsur hara. Media tanam tersebut selanjutnya dilengkapi sabut kelapa, serbuk kayu, serat mineral, atau pecahan genteng sebagai tempat pertumbuhan akar tanaman.

Kelebihan utama dari teknik bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik yaitu lebih menghemat waktu, biaya, dan tenaga dalam merawat tanaman. Anda tidak perlu menyiram tanaman setiap hari karena kebutuhan air oleh tanaman tersebut sudah tersedia banyak di dalam wadah penanamannya. Tanaman pun menjadi lebih cepat tumbuh besar sebab akarnya dapat mengambil nutrisi yang terkandung di dalam air mineral dengan lebih mudah. Jadi Anda bisa lebih memfokuskan diri untuk mengontrol kondisi dan kesehatan tanaman tersebut.

cara-bercocok-tanam-hidroponik.jpg

Berdasarkan kondisi media tanamnya, terdapat dua jenis teknik bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Di antaranya yaitu :

Teknik WICK

Proses penanaman tumbuh-tumbuhan menggunakan teknik hidroponik WICK dilakukan di dalam air yang bersifat statis, tenang, dan tidak mengalir. Karena metodenya sangat mudah, kebanyakan orang menerapkan teknik ini. Adapun langkah-langkah kerjanya adalah sebagai berikut!

  1. Siapkan botol bekas air mineral, cutter, sumbu kompor, paku, dan martil.
  2. Sebagai media tanamnya, kita akan menggunakan air yang telah diberi pupuk organik cair.
  3. Potonglah botol air mineral menjadi dua bagian memakai cutter. Hasilnya kita mendapatkan botol atas dan botol bawah.
  4. Buatlah lubang pada tutup botol atas menggunakan paku yang dipukul memakai martil.
  5. Pasang sumbu kompor pada lubang di tutup botol. Pastikan nantinya sumbu kompor tersebut bisa menyerap air mineral.
  6. Balikkan posisi botol atas, lalu tumpuk dengan botol bawah. Ingat ya, bagian moncong pada botol atas harus menghadap ke bawah.
  7. Masukkan sabut kelapa, serbuk kayu, serat mineral, atau pecahan genteng ke dalam botol atas. Selanjutnya tanamkan bibit tumbuhan dengan baik.
  8. Isilah botol bawah dengan air mineral secukupnya. Letakkan tanaman di tempat yang banyak mendapatkan sinar matahari.

Teknik NFT (Nutrient Film Technique)

Berbeda dengan teknik WICK, teknik NFT menggunakan air yang mengalir sebagai media tanamnya. Hal ini membuat kandungan nutrisi di dalam air tetap terjaga. Kondisi media tanam pun lebih bersih serta tidak menjadi sarang nyamuk dan bakteri. Di bawah ini merupakan panduan bercocok tanam secara hidroponik menggunakan sistem NFT!

  1. Siapkan pipa PVC yang memiliki diameter cukup besar dan juga pompa air.
  2. Buatlah beberapa lubang pada salah satu pipa tadi dengan ukuran sesuai kebutuhan. Yang penting ialah jarak antara lubang yang satu dengan lubang lainnya harus sama.
  3. Susunlah pipa-pipa yang telah dilubangi ini sedemikian rupa sehingga siap digunakan sebagai tempat penanaman bibit tumbuh-tumbuhan.
  4. Siapkan pula bak penampung di salah satu bagian ujung yang posisinya lebih rendah.
  5. Pasanglah pompa air agar menyatu dengan pipa tersebut untuk mengalirkan air mineral yang telah dicampur pupuk organik cair.
  6. Pindahkan bibit tanaman dari polybag ke pipa. Jagalah supaya aliran air tetap kecil tetapi konstan.