Budidaya Kacang Tanah yang Baik dan Benar

Apakah Anda membutuhkan panduan untuk membudidayakan kacang tanah? Selain di tegalan, budidaya kacang tanah juga dapat dilakukan di sawah. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di tanah yang memiliki tekstur yang ringan sampai agak berat asalkan tidak ada genangan air. Sedangkan jenis tanah yang paling cocok untuk kacang tanah yaitu tanah yang teksturnya ringan, mempunyai drainase yang baik, kondisinya remah, dan gembur.

Kacang tanah yang dibudidayakan di tanah yang berat (lempung) akan mati apabila kondisinya terlalu becek. Saat kondisinya terlalu kering, tanah ini juga memiliki tekstur yang terlalu keras sehingga calon polong tanaman tidak mampu menembus ke dalam tanah. Hal ini menyebabkan perkembangan polong tersebut menjadi terhambat serta banyak polong yang tertinggal di dalam tanah saat panen. Sementara itu, kacang tanah juga kurang bagus bila ditanam di tanah yang terlalu subur karena warna kulit polongnya menjadi kehitam-hitaman sehingga kurang diminati oleh pasar.

Perlu diketahui, kacang tanah akan menghasilkan polong dengan kualitas yang terbaik apabila ditanam di tanah yang memiliki tingkat keasaman rendah atau tinggi. Khusus pada tanaman yang dipelihara di tanah yang memiliki pH tinggi sekitar 7,5-8,5, tanaman ini biasanya akan mengalami klorosis yaitu daun-daunnya menjadi berwarna kekuning-kuningan. Oleh sebab itu, Anda harus memberikan perawatan secara berkala. Jika tidak, maka tanaman ini akan menghasilkan kacang tanah yang berkulit hitam serta produktivitasnya rendah.

cara-menanam-kacang-tanah.jpg

Pemilihan Varietas

Pilihlah benih kacang tanah yang berasal dari varietas unggul yakni tingkat produktivitasnya tinggi, memiliki ukuran biji yang seragam, dan asal usulnya jelas. Biji yang berasal dari tanaman yang baru dipanen sangat bagus untuk dijadikan sebagai benih. Pemilihan varietas ini juga hendaknya memperhatikan faktor kesesuaian terhadap lingkungan, ketahanan pada hama dan penyakit, serta kebutuhan pasar. Apabila pangsa pasar Anda adalah industri kacang garing, disarankan memilih varietas kacang tanah yang berbiji dua. Sedangkan untuk industri lainnya, pilihlah varietas yang mempunyai produktivitas yang tinggi seperti turangga, kelinci, domba, dan singa.

Persiapan Lahan

Persiapan lahan dimulai dengan membajak tanah sebanyak dua kali dengan kedalaman 15-20 cm. Selanjutnya tanah tersebut digaru dan diratakan, lalu dibersihkan dari gulma dan sisa tanaman lain. Kemudian buatlah bedengan yang memiliki lebar 3-4 m. Buat juga saluran drainase dengan ukuran lebar 20 cm dan kedalaman 30 cm.

Penanaman Benih

Benih kacang tanah ditanam secara baris tunggal. Jarak tanam yang dipakai berkisar antara 35-40 cm x 10-15 cm tergantung kondisi lahan. Setiap lubang tanam cukup diisi dengan sebutir benih kacang tanah. Jadi kebutuhan benihnya sekitar 90-100 kg/hektar. Beberapa petani juga kerap menanam benih kacang tanah secara baris ganda dengan jarak tanam (50 x 30 cm) x 15 cm.

Pemupukan Tanaman

Pemberian pupuk pertama dilakukan pada saat penanaman atau 7-15 hari setelah masa tanam. Pupuk yang dipakai terdiri atas pupuk urea 50 kg/hektar atau pupuk ZA 100 kg/hektar. Pemupukan sebaiknya dilaksanakan dengan metode larik atau tugal. Tanah yang kekurangan unsur P bisa diatasi dengan memberikan pupu SP36 80-100 kg/hektar hingga kadarnya lebih dari 12 ppm.

Sedangkan bila kekurangan unsur K, tanah perlu ditabur pupuk KCl (45% K20) 33-50 kg/hektar atau pupuk KCl (60% K2O) 25-38 kg/hektar. Sementara itu, tanah yang memiliki unsur Ca yang rendah bisa diberikan dolomit 300-500 kg/hektar. Khusus untuk tanah yang endemik klorosis, Anda bisa menambahkan bubuk belerang 300-400 kg/hektar atau menyemprotkan larutan yang mengandung 0.5-1% FeSO4, 0.1% asam sitrat, 3% amonium sulfat, dan 0.2% urea.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Beberapa hama utama yang sering menyerang tanaman kacang tanah di antaranya wereng, penggerek daun, ulat jengkal, dan ulat grayak. Hama-hama ini bisa dikendalikan memakai insektisida yang berjenis endosulfan, diazinon, metamidofos, klorfirifos, dan monokrotofos. Insektisida ini disemprotkan ketika tanaman berusia 25, 35 dan, 45 hari setelah tanam sebagai upaya pencegahan.

Sementara itu, penyakit-penyakit utama pada tanaman kacang tanah antara lain layu bakteri, bercak daun, dan karat. Pengobatannya bisa dikerjakan dengan memanfaatkan fungisida benomil, klorotalonil, mankozeb, karbendazim, dan bitertanol. Sebagai pencegahan, fungisida ini diaplikasikan kepada tanaman yang telah berumur 35, 45, dan 60 hari setelah penanaman.

Pemanenan Polong

Kacang tanah memiliki usia panen sesuai dengan varietasnya. Ciri-ciri tanaman yang sudah siap untuk dipanen antara lain kulit polongnya mengeras, memiliki serat bagian dalam yang berwarna cokelat, dan polong gampang pecah saat ditekan. Biji kacang tanah yang sudah penuh dan siap panen harus segera diambil dari lahan. Sebab bila terlambat, biji kacang tanah tersebut akan tumbuh menjadi tanaman yang baru.