Agar Tanaman Tomat Berbuah Lebat, Ini 3 Kunci Suksesnya!

Menanam tomat termasuk mudah dilakukan. Anda bisa menanam tumbuhan ini dari bijinya. Cukup mengambil biji tomat dari buah yang sudah matang seutuhnya. Lalu rendamlah biji ini di air hangat selama 3-5 jam. Ambil hanya biji yang tenggelam di dalam air. Siapkan media tanam berupa campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam padi. Tanamkan biji tomat yang sudah dipilih ke dalam media ini. Kemudian Anda bisa merawatnya agar tanaman tumbuh subur.

Tapi untuk memperoleh hasil yang maksimal dari budidaya tanaman tomat, Anda memerlukan usaha yang lebih dari sekadar upaya di atas. Dibutuhkan keseriusan dalam bercocok tanam tomat agar menghasilkan buah yang lebat. Harga buah tomat yang cukup murah harus dapat diimbangi dengan hasil optimal dari setiap pohon supaya kita tetap mendapatkan keuntungan. Kenyataannya tidak sedikit petani yang mengalami kegagalan akibat tanaman tomatnya hanya berbuah sedikit.

agar-tomat-berbuah-banyak.jpg

Kiat-kiat di bawah ini layak Anda coba untuk memaksimalkan hasil budidaya tomat yang Anda lakukan!

Kiat I. Perempelan Cabang Non-Produktif

Masih banyak petani yang beranggapan kalau tolak ukur kesuburan tanaman tomat hanya dilihat dari seberapa rimbun pohonnya. Tanaman tomat yang mempunyai cabang yang banyak dianggap subur. Padahal faktanya tidak semua cabang ini mampu menghasilkan buah tomat. Percuma bila Anda mempertahankan cabang tanaman yang tidak dapat berbuah. Sebaiknya cabang-cabang ini dihilangkan saja.

Anda perlu melakukan perempelan tunas samping yang akan menjadi cabang kedua, ketiga, dan seterusnya. Cabang yang dipelihara cukup cabang utama. Sedangkan cabang-cabang yang lain sebaiknya dibuang. Cabang ini berasal dari tunas samping yang tumbuh di ketiak daun. Lakukan perempelan terhadap semua tunas yang keluar dari ketiak daun. Selain itu, daun-daun yang sudah tua, menguning, dan mengering sebaiknya dipangkas.

Kiat II. Berikan Pupuk Kandang Kotoran Ayam

Tanaman tomat membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk dapat memproduksi buah. Itu sebabnya, kita perlu memberikan pupuk sebagai bekal makanan bagi tanaman. Saat ini banyak sekali jenis-jenis pupuk yang tersedia di pasaran. Ada pupuk organik, ada pula pupuk kimiawi. Untuk memaksimalkan jumlah buah yang mampu dihasilkan oleh tanaman tomat. Anda dapat memanfaatkan pupuk kandang yang terbuat dari kotoran ayam.

Kenapa kami menganjurkan pupuk kandang dari kotoran ayam? Sebab pupuk ini mengandung unsur nitrogen yang begitu tinggi. Unsur inilah yang sangat berguna untuk mendukung proses pembentukan buah serta memicu produksi buah yang tinggi pada tanaman. Berikan pupuk ini dalam jumlah yang cukup banyak, tentunya dengan memperhitungkan untung ruginya. Anda harus menggunakan pupuk kandang yang sudah matang dengan sempurna.

Kiat III. Berikan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) Giberelin

Selain pemberian pupuk yang tepat, ada satu rahasia lagi supaya tanaman tomat bisa berbuah lebih banyak. Tidak lain yaitu pemberian ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) berupa hormon giberelin. Kenyataannya tidak sedikit petani di Indonesia yang tidak memberikan ZPT karena lupa atau bahkan tidak tahu. Padahal pemberian ZPT ini sangatlah penting sebagai salah satu upaya rekayasa buatan demi memaksimalkan hasil buah pada tanaman.

Perlu Anda ketahui, hormon giberelin ada di hampir sepanjang hidup tanaman. Hormon ini berfungsi untuk mengatur perkecambahan, merangsang pemanjangan batang, memicu pembungaan, serta membantu dalam perkembangan kepala sari, biji, dan perikarp. Untuk mendapatkan ZPT giberelin, Anda tidak harus membeli produknya di toko pertanian. Karena sejumlah bahan alami mengandung giberelin. Di antaranya bawang merah, rebung bambu, buah tomat, biji jagung muda, dan akar eceng gondok.