8 Langkah Cara Mencangkok Tanaman Tin untuk Pemula

Siapa yang tertarik menanam pohon tin? Tumbuhan yang konon berasal dari surga ini memang begitu menarik untuk dipelihara. Jarang sekali ada tanaman tin yang tumbuh di Indonesia. Tapi kenyataannya tanaman tin yang notabene berasal dari kawasan Asia Barat ini ternyata dapat ditanam di sini. Bahkan tak sedikit orang yang mulai membudidayakan tanaman tin. Anda juga mungkin tertarik mencobanya? Perbanyakan tin salah satunya dapat dilakukan melalui metode cangkok.

Cangkok merupakan teknik yang paling tepat untuk memperbanyak tanaman tin. Tanaman tin ini dapat dicangkok karena mempunyai lapisan kayu di dalamnya. Mencangkok tanaman tin termasuk gampang dilakukan dengan peluang keberhasilan yang tinggi. Lakukan proses pencangkokan ini pada batang atau cabang pohon tin yang kondisinya sudah cukup tua. Setidaknya cabang/batang tersebut sudah memiliki diameter seukuran spidol besar. Pasti pencangkokan yang Anda lakukan bakal berhasil.

cara-mencangkok-tanaman-tin.jpg

Alat dan Bahan :

  • Tanaman tin
  • Cutter
  • Kantung plastik
  • Cocopeat
  • Tali rafia

Langkah-langkah :

  1. Siapkan pohon tin yang sudah cukup besar. Pilih salah satu cabang dari tanaman tersebut yang kondisinya sudah nampak tua. Ciri-cirinya yaitu diameter cabang minimal sebesar spidol, warna kulit luarnya cokelat gelap, dan memiliki tekstur yang keras.
  2. Pangkaslah daun yang tumbuh di sepanjang cabang tersebut. Sisakan hanya 2-3 helai daun di bagian ujungnya. Tujuannya untuk mengurangi penguapan. Lakukan pencangkokan pada bagian pangkal cabang sejauh 5-10 cm dari batang utama.
  3. Ambil cutter yang tajam. Lakukan sterilisasi terhadap cutter tersebut dengan membersihkannya memakai cairan alkohol atau merendamnya di air panas. Lantas kupaslah lapisan kulit di cabang tin yang telah ditentukan sepanjang 5-8 cm mengelilingi cabang tersebut. Kemudian bersihkan lapisan kambium yang ada di permukaan cabang sampai benar-benar bersih. Lapisan kambium ini bisa menghalangi tumbuhnya akar pada cabang tanaman. Biarkan selama 2 hari. Selanjutnya oleskan zat perangsang akar dan biarkan lagi 1 hari.
  4. Siapkan media tanam yang akan dipakai untuk merangsang tumbuhnya akan pada cabang tin. Di sini kami merekomendasikan Anda memakai cocopeat. Cocopeat ini merupakan media yang paling cocok dipakai untuk mencangkok. Kalau tidak ada, Anda bisa menggunakan tanah yang telah dibersihkan dan disaring.
  5. Ambil segenggam media tanam, lalu letakkan di bagian cabang tin yang telah dikupas kulitnya. Pastikan media ini membungkus semua kupasan tersebut secara rapat. Kemudian pasanglah plastik sebagai wadah untuk menahan media tanam supaya tetap membungkus cabang tin. Disarankan memakai plastik bening agar Anda bisa memantau pertumbuhan akar. Jangan lupa mengikatnya dengan tali rafia.
  6. Selama proses pencangkokan berlangsung, Anda harus merawat tanaman tin sebaik-baiknya. Siramilah tanaman ini setiap 1-2 hari untuk menjaga kelembaban media tanamnya. Begitu pula media tanam yang membungkus cabang tin yang tengah dicangkok pun perlu disirami secara berkala agar kelembabannya tetap terjaga. Kondisi media cangkok ini tidak boleh terlalu kering atau basah.
  7. Teruslah merawat tanaman tin tersebut. Lama-kelamaan akan tumbuh akar pada bagian cabang yang sedang dicangkok. Semakin lama akar yang tumbuh ini akan semakin panjang. Sampai pada akhirnya akar pada cabang tin tersebut menjadi sangat panjang dan keras sehingga mampu merusak plastik yang membungkusnya. Artinya cabang ini telah siap dipisahkan dari tanaman induk.
  8. Cara memisahkan cabang tin yang telah berhasil dicangkok dari pohon induk yaitu Anda dapat memotongnya menggunakan cutter, sabit, atau gergaji yang tajam. Usahakan hasil potongannya rapi agar tidak melukai pohon induk. Potonglah pada jarka 3-5 cm di bawah titik pencangkokan. Bibit segar yang baru dipisahkan ini bisa Anda tanam langsung di polybag, kemudian letakkan di tempat yang teduh.