6 Kiat, Cara Memelihara Tanaman Melati

Melati (Jasmine officinalle) ialah tanaman bunga yang termasuk ke dalam suku Oleaceae dengan genus Jasminum. Tanaman melati berupa perdu yang memiliki batang tegak dan tumbuh secara menahun. Bunga melati mempunyai aroma wangi yang semerbak. Beberapa daerah di Indonesia menyebut melati sebagai menuh, meulu, riwat, menyuru, melur, manduru, mundu, manyora, atau malete.

Melati dapat tumbuh dengan baik jika dipelihara pada dataran rendah hingga dataran tinggi sampai ketinggian 1.500 meter dpl. Media tanam yang bagus untuk mendukung pertumbuhannya yakni tanah yang ringan, remah dan porous, berdrainase baik, kaya bahan organik, mempunyai kelembaban yang baik, serta pH-nya berkisar antara 6-7. Curah hujan yang dibutuhkan sekitar 5-6 bulan/tahun dengan suhu udara di kisaran 27-32 derajat celsius.

Pada umumnya, tanaman melati akan berbunga ketika usianya mencapai 10-11 bulan. Lantas, bagaimana cara memelihara tanaman melati dengan benar? Ikuti kiat-kiat selengkapnya sebagai berikut!

cara-menanam-melati.jpg

Kiat 1 : Penjarangan dan Penyulaman

Penjarangan dilakukan apabila populasi tanaman melati pada suatu lahan terlalu rapat sehingga mereka saling berebut makanan dan air. Jika tidak dilakukan penjarangan, akibatnya tanaman-tanaman tersebut tidak akan tumbuh normal karena kebutuhan gizinya tidak tercukupi dengan baik.

Sedangkan penyulaman adalah mengganti tanaman-tanaman melati yang berpenyakit dan tidak normal dengan tanaman melati yang baru. Penyulaman biasanya dilakukan sampai semua tanaman melati yang dipelihara berusia sebulan. Pengerjaannya dilaksanakan ketika pagi dan sore hari waktu sinar matahari bersinar tidak terlalu terik dan suhu udara tidak begitu panas.

Kiat 2 : Penyiangan

Memasuki usia sebulan setelah penanaman biasanya lahan akan ditumbuhi oleh rumput liar. Jika dibiarkan, gulma tersebut akan menjadi pesaing bagi tanaman melati dalam memperoleh air, unsur hara, dan sinar matahari. Oleh sebab itulah perlu dilakukan upaya untuk memberantas rumput-rumput liar yang tumbuh di lahan penanaman. Caranya bisa melalui pencabutan gulma secara langsung menggunakan tangan serta pemakaian bahan-bahan kimia.

Kiat 3 : Pemupukan

Tanaman melati harus diberi pupuk tambahan setiap tiga bulan sekali. Pupuk yang digunakan terdiri atas Urea 300-700 kg, STP 300-500 kg, dan KCI 100-300 kg masing-masing setiap hektar/tahun. Pupuk-pupuk ini dapat diberikan dengan cara menyebarnya di dalam parit di antara barisan tanaman atau sekeliling tajuk tanaman dengan kedalaman 10-15 cm lalu ditutup memakai tanah. Metode lainnya adalah memasukkan pupuk ke dalam lubang tugal yang ada di sekeliling tajuk melati.

Pemupukan paling baik dilaksanakan sebelum pemangkasan, sewaktu tanaman berbunga, dan setelah pemanenan bunga. Pemupukan juga perlu dilakukan ketika pertumbuhan tanaman terlihat kurang optimal. Pemberian pupuk yang banyak mengandung unsur fosfor dapat membantu meningkatkan produksi bunga melati. Pengerjaan pemupukan idealnya pada saat pagi atau sore hari.

Kiat 4 : Pengairan dan Penyiraman

Tumbuhan melati memerlukan air dalam jumlah yang cukup banyak terutama pada fase awal pertumbuhannya. Itu sebabnya, teknik pengairan ini harus dilakukan secara berkelanjutan setiap hari setidaknya sampai usia tanaman mencapai satu bulan. Proses pengairan dikerjakan setiap pagi dan sore hari melalui penyiraman hingga tanah di sekitar tanaman menjadi basah.

Kiat 5 : Penyemprotan ZPT

ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) yang diberikan kepada tanaman melati bertujuan untuk meningkatkan sekaligus mempertahankan tingkat produksi bunga. ZPT yang terbukti bagus dalam mendukung pertumbuhan tanaman ini meliputi Cycocel dan Etherel. Teknik pemberian ZPT yakni menyemprotkannya ke seluruh bagian tanaman, khususnya ujung dan tunas pembungaan. Dosis ZPT yang disarankan untuk tanaman melati antara lain Cycocel sebanyak 3.000-5.000 ppm dan Etherel 500-1.500 ppm.

Kiat 6 : Pemangkasan

Tujuan pemangkasan ialah mendorong pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi lebih baik. Pemangkasan diberlakukan pada bagian cabang dan ranting tanaman yang sakit, kering, atau tidak produktif lagi. Pada melati jenis hias, pemangkasan juga dimaksudkan untuk membentuk postur tanaman sehingga tampak lebih indah. Sementara pada tanaman melati budidaya, pemangkasan bermanfaat pula untuk memicu pertumbuhan tunas-tunas baru sehingga dapat mempercepat waktu berbunganya tanaman.