5 Tips Menanam Padi agar Berbuah Banyak

Anda mungkin butuh tips menanam padi agar berbuah banyak? Ada banyak petani Indonesia yang mengadu untung dengan bercocok tanam tumbuhan padi. Bukan tanpa alasan mengapa mayoritas petani kita memilih tanaman padi untuk dibudidayakan. Hal ini tidak lain karena makanan pokok masyarakat Indonesia adalah nasi. Tingkat permintaan beras yang tinggi membuat harga beras di sektor petani cenderung stabil. Alhasil, petani pun lebih mudah dalam memperkirakan keuntungan pada saat penanaman bibit dimulai.

Pada intinya, keuntungan yang didapatkan oleh petani sangat bergantung pada jumlah hasil pertaniannya. Semakin melimpah jumlah gabah yang dipanen maka labanya pun akan semakin besar. Jadi kunci utama dalam bercocok tanam padi ialah memastikan tumbuhan yang dibudidayakan tersebut tumbuh subur dan memiliki tingkat produktivitas yang baik. Kemampuan tanaman padi dalam menghasilkan bulir-bulir beras mesti diupayakan setinggi mungkin. Dengan demikian, Anda pasti akan untung.

tanaman-padi-berbuah-lebat.jpg

Ada sejumlah tips untuk memaksimalkan hasil tanaman padi, antara lain :

  1. Berikan Nutrisi secara Tepat

Tanaman padi harus diberi unsur hara yang lengkap untuk mengoptimalkan pengisian bulir. Tidak hanya terisi saja, tetapi bulir tersebut juga padat. Unsur hara didapatkan dari pupuk yang Anda berikan secara berkala. Pemupukan difokuskan untuk meningkatkan hasil tanaman padi. Selama masa pertumbuhannya, padi membutuhkan unsur hara makro primer dan makro sekunder. Pupuk diberikan ketika padi berumur sekitar 42-43 hari setelah tanam atau pada masa tanaman bunting.

  1. Cukupi Kebutuhan Kalium dan Kalsium

Unsur hara yang paling berpengaruh terhadap pengisian bulir pada tanaman padi ialah kalium dan kalsium. Kalium berguna untuk meningkatkan ketahanan dan kekuatan tanaman, merangsang pertumbuhan akar, serta menaikkan kualitas bulir. Sedangkan fungsi dari kalsium pada tanaman padi yaitu mempertebal dinding sel, mengatur metabolisme ketersediaan hara di tanaman, dan mempercepat proses pemasakan. Pemenuhan kalium dan kalsium harus dimaksimalkan saat tanaman memasuki masa generatif.

  1. Lakukan Pemupukan NPK dengan Tepat

Tanaman padi membutuhkan pupuk NPK agar bisa tumbuh dengan baik. Kebutuhan NPK pada tanaman padi ini sebanyak 135 kg pupuk nitrogen/ha, 36 kg pupuk P2O5, dan 30 kg pupuk K2O. Pemenuhan pupuk ini akan membuat tanaman padi bernas sampai ke ujung. Bila perlu, tambahkan pula pupuk pelengkap untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi seperti pupuk MKP dan pupuk Gandasil B.

  1. Semprot Memakai Fungisida Difekonazol

Pengendalian organisme pengganggu tanaman secara tepat secara tidak langsung juga dapat mengoptimalkan pengisian bulir tanaman padi. Fungisida ini akan mengatasi serangan jamur dan cendawan yang bisa mempengaruhi hasil. Disarankan untuk mengaplikasikan fungisida yang mengandung bahan aktif difekonazol dan azroksitrobin ketika tanaman padi berusia 60 HST, 70 HST, dan 80 HST. Pemberian fungisida ini akan membuat tanaman padi bernas sampai ke ujung.

  1. Tanaman Berbunga di Waktu yang Tepat

Tanaman padi harus berbunga di waktu yang tepat supaya putik dan benang sari bisa saling bertemu. Hindari tanaman padi berbunga ketika umurnya 60 HST dan bertepatan pada bulan purnama sebab gaya gravitasi bulan dapat menarik putik dan benang sari tersebut dari malai sehingga menggagalkan proses pembuahan. Caranya bisa dilakukan dengan menyemprotkan air kelapa ke arah batang padi saat kondisi batang padi sudah mengembung akan berbunga. Kandungan kalium pada air kelapa bisa membantu proses pembuahan bulir pada tanaman padi.