5 Tips Dahsyat agar Tanaman Cabai Berbuah Lebat

Anda membutuhkan tips agar tanaman cabai berbuah lebat? Para petani di Indonesia lazim membudidayakan tanaman cabai di lahan miliknya. Alasannya karena cabai merupakan bumbu masakan yang selalu digunakan di resep-resep khas Nusantara. Sehingga pasar membutuhkan cabai dalam jumlah banyak. Sayangnya harga cabai ini tidak pernah stabil sejak dari dulu. Harganya bisa sangat mahal atau sangat murah. Satu-satunya jalan keluar untuk mendapatkan keuntungan dari bertani cabai ialah memaksimalkan jumlah buahnya.

Apakah Anda sudah mencoba menanam cabai rawit atau cabai merah keriting tetapi hasilnya tidak terlalu bagus? Anda harus mencari tahu penyebab-penyebab utamanya sebelum dapat mengatasinya. Hal ini dikarenakan adanya sejumlah faktor penyebab yang bisa mengakibatkan kondisi tersebut. Pada intinya, tanaman cabai akan berbuah lebat manakala pertumbuhannya baik dan terdapat sumber makanan yang cukup untuk mendukungnya dalam menghasilkan buah.

agar-cabai-berbuah-lebat.jpg

Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan supaya tanaman-tanaman cabai yang dibudidayakan mampu berbuah lebat.

  1. Perhatikan Tempat Idealnya

Meskipun tanah di Indonesia terkenal akan kesuburannya, tetapi tidak semua tempat cocok ditanami cabai. Anda harus memperhatikan kondisi iklim, cuaca, jenis tanah, pH tanah, suhu udara, curah hujan, dan intensitas sinar matahari kalau mau hasil penanamannya maksimal. Jika tidak, tanaman cabai Anda mungkin tetap tumbuh, namun hasilnya sedikit.

Dari faktor-faktor tersebut, jenis tanahlah yang paling dominan dalam menentukan hasil tanaman cabai. Adapun jenis tanah yang baik untuk ditanami cabai antara lain tanah humus, tanah liat berpasir, tanah andasol, tanah lempung, tanah gambut, atau tanah grumosol. Jenis-jenis tanah ini mengandung banyak unsur hara dan mampu menahan air dengan baik sesuai kebutuhan tanaman cabai.

  1. Gunakan Bibit yang Unggul

Masalah bibit juga memberikan andil yang sangat besar terhadap kesuksesan Anda membudidayakan cabai. Bagaimana bisa tanaman cabai yang Anda pelihara menghasilkan buah yang sangat banyak kalau tanaman induknya saja kering kerontang? Di sinilah pentingnya Anda harus bisa membedakan mana bibit cabai yang bermutu bagus dan mana pula bibit cabai abal-abal.

Bibit cabai yang baik harus berasal dari tanaman induk yang berkualitas unggul. Biji tersebut berasal dari buah cabai pilihan yang kondisinya benar-benar sehat, mulus, dan pedas. Selama proses penyemaian berlangsung, perhatikan pula tingkat pertumbuhannya. Salah satu tanda tanaman cabai yang akan berbuah lebat adalah memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat serta bebas dari gangguan hama dan penyakit.

  1. Penuhi Nutrisi yang Dibutuhkan

Tanaman cabai membutuhkan nutrisi yang cukup agar bisa menghasilkan buah secara optimal. Di sinilah pentingnya pemberian pupuk susulan setiap periode waktu tertentu. Tumbuhan cabai membutuhkan unsur hara tambahan yang berasal dari pupuk alami maupun pupuk kimia. Pemberian pupuk ini harus dilakukan berimbang sesuai umur tanaman dan jenis tanah supaya manfaat yang didapatkannya maksimal.

Ada aturan-aturan khusus yang mengatur tentang tata cara pemberian pupuk, dosis pemupukan yang tepat, serta jadwal pemberiannya. Anda harus mematuhi aturan tersebut dengan baik. Jangan memberikan pupuk terlalu banyak sebab justru akan menjadi racun bagi tanaman cabai. Hindari pula mencoba cara sendiri di lahan budidaya karena hasilnya tidak pasti. Kalau Anda ingin bereksperimen, silakan siapkan lahan khusus untuk keperluan ini.

  1. Rawat Tanah secara Berkala

Bukan cuma tanaman cabainya saja, Anda juga perlu merawat tanah yang menjadi media bercocok tanam cabai. Pemeliharaan terhadap tanah dapat dilakukan melalui proses penyiangan dan penggemburan tanah secara berkala. Anda harus menyiangi semua gulma yang tumbuh di lahan agar tidak menjadi pesaing bagi tanaman cabai dalam memperoleh makanan dan air. Penggemburan tanah juga harus dilakukan supaya tanaman cabai lebih mudah dalam menyerap nutrisi yang terkandung di tanah.

  1. Pangkas Bagian Tanaman yang Tidak Perlu

Tidak semua bagian tanaman cabai bermanfaat bagi tanaman itu sendiri. Ada tunas aksiler yang malah membuang-buang makanan yang sudah diproses oleh tanaman cabai. Tunas aksiler adalah tunas yang tumbuh di batang utama. Anda harus membuang semua tunas ini dengan hati-hati karena dapat mengurangi tingkat produktivitas tanaman cabai dalam menghasilkan buah.