5 Macam ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) untuk Tanaman

ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) adalah zat yang berguna untuk mengatur pertumbuhan tanaman. Kalau di luar negeri, zat ini disebut PGR (Plant Growth Regulator). Sebenarnya ZPT itu mirip seperti hormon. Perbedaannya yaitu ZPT dibuat oleh manusia, sedangkan hormon dihasilkan oleh tanaman secara alami. Berdasarkan asal usulnya, ZPT dapat dibedakan menjadi 2 macam antara lain ZPT alami dari ekstrak tanaman dan ZPT sintetis dari bahan-bahan kimia.

Anda bisa membuat sendiri ZPT alami dari ekstrak berbagai tumbuh-tumbuhan yang dijadikan satu. Prosesnya kurang lebih sama dengan pembuatan POC atau PESNAB. ZPT alami memiliki kelebihan yakni bersifat ramah lingkungan, cara pembuatannya mudah, biaya yang dibutuhkan tidak terlalu banyak, serta memberikan manfaat yang cepat kepada tanaman. Sementara itu, Anda bisa membeli ZPT sintetis secara online di www.tokotanaman.com.

Kini sudah tercipta 5 macam ZPT antara lain auksin (auxins), sitokinin (cytokinins), giberelin (giberelins/GA), etilena (etena/ETH), dan asam absisat (abscisic acid/ABA). Kelima ZPT tersebut memiliki manfaat yang berbeda-beda. Auksin, sitokinin, dan giberelin berfungsi mendukung pertumbuhan tanaman. Asam absisat berguna sebagai penghambat (inhibitor) pertumbuhan tanaman. Sedangkan etilena bisa mendukung atau menghambat pertumbuhan tanaman.

jenis-zpt-untuk-tanaman.jpg

Mari berkenalan dengan kelima macam ZPT secara lengkap!

  1. Auksin (Auxins)

Auksin dapat ditemukan di bagian pucuk tanaman. Contohnya seperti pucuk daun, pucuk akar, pucuk bunga, dan pucuk batang. Kegunaan utamanya adalah mendukung pertumbuhan tanaman. Auksin berperan penting dalam meningkatkan sintesis protein, pembelahan dan pengembangan dinding sel, perpanjangan sistem akar, pertumbuhan batang, pengembangan buah, perangsang partenokarpi, serta perangsang dominasi apikal.

Auksin bisa dibuat menggunakan bahan-bahan alami maupun bahan sintetis. Contoh bahan alami yang banyak mengandung auksin yakni keong mas, bekicot, dan taoge. Auksin juga terkandung di dalam beberapa bahan aktif seperti asam indolasetat (IAA) dan asam indolbutirat (IBA). Sedangkan contoh ZPT auksin sintetis yaitu asam naftalenasetat (NAA) dan asam beta-naftoksiasetat (BNOA).

  1. Sitokinin (Cytokinins)

Sitokinin merupakan hormon turunan dari adenin. Hormon ini memiliki fungsi utama untuk merangsang proses pembelahan sel. Penggunaan sitokinin akan merangsang tumbuhnya tunas pada tanaman muda. Sayangnya aplikasi sitokinin biasanya kurang optimal untuk mendukung pertumbuhan tanaman dewasa. Kandungan sitokinin yang paling tinggi pada tanaman ada di area maristematik dan area potensi pertumbuhan berkelanjutan seperti akar, biji, daun yang muda, dan pengembangan buah.

Bahan-bahan alami yang banyak mengandung sitokinin misalnya air kelapa, jagung muda, dan bonggol pisang. Sedangkan contoh ZPT sitokinin sintetis antara lain N6-benziladenin dan 6-benzilamino-9. Sitokinin bersama dengan auksin dan giberelin akan merangsang pembelahan sel-sel, pembentukan tunas, pertumbuhan kuncup lateral, perluasan daun, dan pembentukan akar cabang. Selain itu, sitokinin juga dapat mematahkan dormansi biji dan menghambat penuaan.

  1. Giberelin (Giberelins)

Giberelin memiliki peran utama untuk mendukung pemanjangan batang, merangsang tumbuhnya bunga, dan memastikan pembungaan terjadi secara serempak. Giberelin merupakan hormon turunan dari asam gibberelat. Giberellic acid (GA3) adalah jenis giberelin yang paling sering digunakan untuk membantu pertumbuhan tanaman. Jenis ini sudah terbukti ampuh dalam melakukan tugasnya.

Secara spesifik giberelin berguna untuk merangsang perkecambahan biji, mematahkan dormansi biji, mempercepat proses pembelahan sel, merangsang pembungaan, dan merangsang munculnya buah partenokarpi yaitu buah yang terbentuk tanpa proses pembuahan bunga terlebih dahulu. Zat giberelin secara alami banyak terdapat dalam bawang merah dan rebung.

  1. Asam Absisat (Abscisic Acid)

Asam absisat mempunyai tugas yang berkebalikan dari auksin, sitokinin, dan giberelin. Hormon ini justru berfungsi untuk menghambat pertumbuhan tanaman. Sebagai inhibitor, asam absisat akan menghambat aktivitas apical meristematik. Hal ini biasa dilakukan untuk mengerdilkan tanaman atau mencegah penyebaran bibit penyakit. Adapun bahan-bahan alami yang mengandung asam absisat di antaranya ubi, kulit biji alpukat, cangkang kelapa, ganggang hijau, dan tumbuhan kapas.

  1. Etilenaa (Etena)

Etilena adalah hormon yang menarik sebab dapat mendukung pertumbuhan tanaman sekaligus menghambatnya. Hal ini tergantung dari dosis pemakaiannya. Penggunaan etilena yang sedikit akan mendukung pertumbuhan tanaman. Namun sebaliknya jika pemakaian hormon ini terlalu banyak justru menghambat pertumbuhan tanaman. Hormon etilena memiliki peran yang sangat penting dalam proses pematangan buah.

Etilenaa banyak terdapat di dalam buah tomat, apel, pisang, dan mangga. Fungsi utama hormon ini yaitu mempercepat pematangan buah, menstimulasi perkecambahan, mendukung terbentuknya rambut-rambut akar, dan mendukung proses pembungaan. Di beberapa spesies tanaman, etilena malah akan menghambat perpanjangan batang dan akar. Hormon ini juga dapat menghambat transportasi auksin.