5 Cara Mengatasi Tanaman Pucuk Merah yang Kering

Pucuk merah biasanya ditanam sebagai tumbuhan hias. Daya tarik utamanya terletak pada daunnya yang sangat menarik. Daun pucuk merah berwarna merah ketika masih muda. Sedangkan daun yang sudah tua berwarna hijau. Hal ini membuat penampilan tanaman pucuk merah begitu cantik, hasil perpaduan antara warna merah dan hijau pada daunnya . Maka tak heran, kecantikan ini membuat tanaman pucuk merah menjadi populer sekali.

Menanam pucuk merah sebenarnya mudah saja. Anda bisa memperbanyak tanaman ini dari metode stek batang, cangkok, atau okulasi. Kalau tidak mau repot, Anda dapat membeli bibit pucuk merah di Toko Tanaman dengan harga yang terjangkau. Untuk media tanam yang dipakai tidak berbeda dengan tanaman-tanaman lainnya. Anda bisa menggunakan campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam padi dengan perbandingan 3:1:1.

mengatasi-pucuk-merah-kering.jpg

Tanaman pucuk merah juga tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Anda cukup menyiraminya secara teratur serta memberinya pupuk susulan setiap sebulan sekali. Pasti tanaman ini akan tumbuh subur. Namun Anda harus waspada terhadap hama dan penyakit yang mengintai tanaman pucuk merah. Terutama jika melihat tanaman tiba-tiba mengering. Tindakan yang tepat harus segera dilakukan sebelum tanaman benar-benar mati.

Berikut ini upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan kembali tanaman pucuk merah yang menjadi kering.

  1. Menyirami Tanaman

Bukan tidak mungkin pohon pucuk merah Anda mengering karena kekurangan air. Kasus ini banyak terjadi di musim kemarau, khususnya untuk tumbuh-tumbuhan yang ditanam di kebun, ladang, dan taman. Berkurangnya persediaan air di tanah ditambah air hujan yang tak kunjung turun mengakibatkan tanaman mengalami kekurangan air. Efeknya yaitu tanaman merontokkan daun-daunnya serta mengering secara perlahan-lahan. Anda bisa mencoba mengatasinya dengan menyirami tanaman hari.

  1. Mengganti Media Tanam

Hati-hati saat mengambil media tanam. Bukan tidak mungkin media tanam tersebut mengandung mikroorganisme yang berbahaya. Misalnya yaitu nematoda yang senang merusak bagian akar tanaman. Untuk menghindarinya, Anda bisa menyangrai media tanam terlebih dahulu sebelum ditanami bibit. Jika sudah terlanjur, lepaskan tanaman dari media tanam yang sekarang. Lalu bersihkan bagian akarnya dengan merendam tanaman di air. Tanamkan kembali pohon pucuk merah menggunakan media tanam yang baru.

  1. Memindahkan ke Pot Baru

Pucuk merah sebenarnya tidak cocok ditanam di pot. Mengapa? Sebab tanaman ini pada dasarnya memiliki postur yang tinggi menjulang. Bahkan di habitat alaminya, pucuk merah bisa tumbuh dengan tinggi lebih dari 3 meter. Tanaman pucuk merah yang ditanam di pot biasanya menjadi kerdil. Pertumbuhan batangnya lambat, namun pertumbuhan akarnya tetap normal. Jadi bila Anda ingin menanam pucuk merah di pot, Anda harus menggunakan pot yang ukurannya besar. Begitu pula saat tanaman sudah tumbuh cukup besar, pindahkan tanaman ini ke pot yang lebih besar lagi.

  1. Memberikan Pupuk Kandang

Tanaman pucuk merah juga bisa tiba-tiba mengering akibat kekurangan makanan. Hal ini terjadi lantaran persediaan bahan organik dan unsur hara di dalam tanah sudah habis. Tanaman mengambil makanan yang terkandung di tanah setiap saat. Jika Anda tidak mengisinya kembali, tanah menjadi gersang dan minim unsur hara sehingga kebutuhan tanaman tidak tercukupi. Kasus ini umumnya terjadi pada pohon pucuk merah yang ditanam di pot. Cobalah memberikan pupuk kandang secukupnya.

  1. Mengendalikan Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit merupakan momok yang paling menakutkan bagi para penghobi tanaman hias. Sebab serangannya bisa terjadi secara massal. Tidak hanya menyerang satu atau dua tanaman saja, serangan hama dan penyakit ini bisa mewabah ke semua tanaman Anda. Jika Anda menjumpai tanaman yang mengering secara mendadak, cobalah periksa kondisi tanaman tersebut. Barangkali Anda menemukan bukti-bukti kuat bahwa tanaman sebenarnya diserang oleh hama atau penyakit tertentu. Setelah berhasil mengidentifikasinya, segera lakukan tindakan pertolongan.