3 Cara Mengatasi Bunga yang Gampang Rontok

Apakah Anda menanam tanaman berbuah di pekarangan rumah? Misalnya seperti mangga, jambu, belimbing, jeruk, apel, atau yang lain. Tentunya Anda tidak sekadar menanam tumbuh-tumbuhan tersebut dong, tetapi juga ingin merasakan buah yang dihasilkannya. Perlu Anda ketahui, tanaman akan menghasilkan buah setelah bunga yang ditumbuhkannya berhasil melakukan persarian, di mana benangsari akan melakukan penyerbukan ke putik.

Namun apa jadinya kalau bunga-bunga tersebut berguguran sendiri sebelum proses persarian berlangsung? Rontoknya bunga yang belum mengalami penyerbukan akan mengakibatkan tanaman gagal berbuah. Artinya Anda pun tidak akan bisa menikmati buah-buahan hasil dari kebun sendiri. Tapi tenang, masalah ini sebenarnya bisa diatasi asalkan Anda mau mempelajari sumber masalahnya terlebih dahulu.

Kemarin kami sudah membahas seputar penyebab bunga/buah yang mudah rontok. Setidaknya terdapat 3 faktor penyebab utamanya yaitu kondisi cuaca yang terlalu ekstrim, tanaman kekurangan unsur hara P dan K, serta gangguan hama dan penyakit. Tidak adanya agen penyerbuk bunga atau waktu pematangan antara benangsari dan putik yang tidak bersamaan juga dapat menjadi biang keroknya.

Faktor lain yang bisa pula mengakibatkan bunga rontok sebelum waktunya sehingga tanaman tidak berbuah adalah tanaman kekurangan fitohormon yang meliputi hormon giberelin dan hormon sitokinin. Kedua hormon tersebut memiliki peranan yang sangat penting terhadap proses pembentukan bunga pada tanaman, menjaga turgor sel di daerah meristematik di organ bunga muda, dan meningkatkan kekuatan pada tangkai bunga supaya tidak gampang rontok.

cara-mengatasi-bunga-rontok.jpg

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kerontokan bunga pada tanaman, di antaranya :

  1. Pemberian Pupuk

Anda bisa mencegah tanaman mengalami kerontokan bunga dengan memberikan pupuk organik dan pupuk anorganik yang banyak mengandung unsur nitrogen (N), magnesium (Mg), kalium (K), kalsium (Ca), dan seng (Zn). Pupuk-pupuk ini akan mencegah tanaman mengalami klorosis. Jika kesulitan mendapatkannya, Anda bisa membeli pupuk tersebut secara online di www.tokotanaman.com.

  1. Menjaga Kelembaban

Tingkat kelembaban media tanam harus dijaga agar tetap ideal bagi pertumbuhan tanaman. Apabila kondisi media tanam tersebut terlalu kering, akibatnya tanaman pun akan layu. Lama-kelamaan ranting menjadi rapuh sehingga tidak kuat menahan bunga yang dihasilkannya. Silakan lakukan penyiraman secara rutin setiap hari. Usahakan supaya media tanam jangan sampai tergenangi air sebab justru dapat mematikan akarnya.

  1. Melindungi Bakal Buah

Diperlukan ketelitian yang cukup tinggi untuk mengamati apakah bunga sudah mengalami proses persarian atau belum. Salah satu tanda bunga yang telah berhasil diserbuki oleh serangga atau angin yaitu munculnya bakal buah di dalamnya. Bakal buah ini tumbuh dari bagian dalam tangkai dan berbentuk bulat. Lindungi bakal buah dari cuaca ekstrim atau gangguan binatang liar dengan cara membungkusnya memakai plastik.